Month: June 2017

Aku Menangis, Saat Tilawah Al Qur’an Atau Mendengar Musik?

menangis quran

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau berkata :

“Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan Al Qur’an kepada anda sementara Al Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS An Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas memberikan pelajaran kepada kita, untuk memiliki rasa senang dan menikmati bacaan Al Qur’an yang dibacakan oleh orang lain. Apalagi orang tersebut memiliki kualitas bacaan Al Qur’an yang tartil dan fasih, ditambah suaranya yang merdu, tentu akan semakin membuat siapa pun yang mendengarnya hanyut dalam keagungan firman-Nya. Kini sangat mudah kita temukan, bacaan tilawah Al Qur’an dalam bentuk file mp3 atau juga di Youtube, dari para syeikh, ustadz, maupun qori’.

Mari kita jawab dengan jujur, pernahkah kita menangis tatkala mendengarkan bacaan ayat Al Qur’an? Atau menangis ketika kita membaca ayat Al Qur’an? Continue reading “Aku Menangis, Saat Tilawah Al Qur’an Atau Mendengar Musik?”

Advertisements

Kami Muslim dan Kami Tidak Minum Miras (Khamr)

miras_20160515_194153

Dikutip dari koran-sindo.com, Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Dwi Hartanta, menyatakan bahwa dari laporan tindak pidana kejahatan yang diproses, 55% diantaranya dipicu dari minuman keras (miras). Artinya para pelaku mengawali dengan meminum miras sehingga memicu terjadinya aksi kriminalitas. Pernyataan Dwi tersebut perlu menjadi perhatian serius dari masyarakat luas terkait bahaya miras. Ada indikasi kuat bahwa bahaya miras sangat erat dengan tindakan kriminal. Kita tentu juga masih ingat, kejadian yang menimpa seorang anak bernama Yuyun di Bengkulu. Ia diperkosa hingga tewas oleh 14 teman laki – lakinya setelah mereka menenggak miras sebelum melakukan perbuatan bejat itu. Maka nampaknya tidak salah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berikut ini :

“Khamr itu adalah induk keburukan. Siapa saja yang meminumnya, Allah tidak menerima shalatnya 40 hari. Jika ia mati dan khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dengan kematian jahiliyah.” (HR Ath Thabrani, Ad Daraquthni, Al Qadhaiy)

Hadits diatas jelas tak terbantahkan sesuai dengan fakta yang terjadi di ranah penindakan hukum kita. Miras telah menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat. Pengkonsumsi miras sangat rentan melakukan tindakan kriminal karena meminum miras adalah perbuatan setan. Benarkah Continue reading “Kami Muslim dan Kami Tidak Minum Miras (Khamr)”