Tuma’ninah : Rukun Sholat Yang Sering Diabaikan

Pernahkah anda menyaksikan sholat secepat ini? Atau justru anda pernah melakukannya? Saya berhusnudzhon anda tidak pernah melakukannya. Kalaupun ada yang pernah melakukannya dan masih melakukannya hingga sekarang, berarti anda sedang mendapatkan hidayah dari Allah saat ini, yaitu dipertemukan dengan tulisan saya. Sengaja saya tampilkan video tersebut diawal tulisan sebagai intro dari pokok pembahasan yang ingin saya sampaikan kali ini.

Sejujurnya saya sangat sedih melihat masih adanya kaum muslimin yang sholat dengan “kecepatan tinggi”. Di bulan ramadhan tahun lalu pun ada sebuah video shalat tarawih yang katanya tercepat di dunia, karena dengan jumlah rakaat sebanyak 23 tapi hanya dikerjakan dalam waktu 7 menit. Video ini pun lantas menjadi viral di media sosial dan menjadi bahan candaan oleh sebagian masyarakat. Ironis sekali rasanya, sholat sebagai ibadah agung yang kelak yaumul hisab akan menjadi amalan pertama akan ditanyakan kepada seorang hamba Allah, justru menjadi bahan main – main. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Hakim, Baihaqi)

Entahlah apa yang menjadi motivasi seseorang sholat dengan begitu cepatnya. Nampaknya banyak muslim yang gagal dalam memahami kemulian sholat. Akhirnya sholat hanya sekedar menjadi ritual atau aktifitas semata yang sama sekali tak dimaknai apa – apa. Mengerjakannya hanya sebagai penggugur kewajiban. Selesai

Kita mulai masuk kepada inti pembahasan. Rukun sholat (arkanush sholat) adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi. Salah satu rukun sholat yang kurang diperhatikan oleh sebagian besar kaum muslimin yaitu tuma’ninah. Apakah tuma’ninah itu?

Tuma’ninah adalah tenang dan tidak tergesa – gesa. Dalam artian yang lebih luas tuma’ninah ketika sholat berarti menyempurnakan setiap rukun sholat, khususnya bacaan dan gerakan. Kesempurnaan tersebut hanya akan hadir tatkala adanya rasa tenang dan tidak tergesa – gesa. Sangat banyak dalil yang menerangkan tentang pentingnya ber-tuma’ninah dalam sholat. Sebagaimana hadits – hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

Dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sempurnakanlah ruku’ dan sujud(HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau beliau bangkit dari ruku’, beliau tidak turun sujud sampai benar-benar berdiri. Apabila beliau bangkit dari sujud, beliau tidak sujud kembali sampai benar-benar duduk dengan tegak(HR Muslim)

ruku

Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai seseorang yang sedang sholat, namun beliau justru menyuruhnya untuk sholat kembali setelah ia selesai, dan itu berulang hingga tiga kali beliau sampaikan.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu diceritakan bahwa seorang lelaki pernah masuk masjid dan shalat, sedangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di pojok masjid tersebut. (Seusai shalat) Ia mendatangi beliau seraya mengucapkan salam. Setelah menjawab salamnya, beliau bersabda : “Shalatlah kamu,sesungguhnya tadi kamu belum shalat “. Orang itu balik lagi dan kembali shalat. Lalu menemui beliau lagi dan memberi salam. Setelah menjawab salamnya, beliau bersabda lagi : “Shalatlah kamu, sesungguhnya kamu belum lagi shalat”. Pada kali yang ketiga lelaki itu berujar : “Tolong ajarkan aku”. Beliaupun bersabda :

“Apabila kamu hendak shalat, maka berwudhulah dengan sempurna kemudian menghadaplah kearah kiblat dan bertakbirlah. Lalu bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah, hingga kamu tuma’ninah dalam ruku’. Lalu tegaklah berdiri, hingga kamu berdiri lurus. kemudian bersujudlah hingga kamu tuma’ninah dalam sujud. Lalu bangkitlah dari sujud hingga kamu tuma’ninnah dalam duduk. Kemudian bersujud lagi hingga kamu tuma’ninah dalam sujud. Kemudian bangkitlah dari sujud, hingga kamu tegak berdiri. Kemudian lakukanlah itu dalam shalat kamu seluruhnya” (HR Bukhari dan Muslim)

Betapa besarnya perhatian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tuma’ninah dalam sholat. Lalu bagaimana dengan diri kita? Sudahkah kita menerapkan tuma’ninah dalam sholat yang kita lakukan?

Sebenarnya secara umum tuma’ninah berlaku untuk semua gerakan sholat. Namun dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim diatas, setidaknya ada empat gerakan dalam sholat yang harus tuma’ninah, yaitu ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk diantara dua sujud. Di bagian – bagian itulah seringkali seseorang mencuri – curi dalam sholatnya. Sangat cepat dan kilat, seolah – olah tanpa membaca bacaan apapun (seperti video diawal tadi). Hal ini sudah disinggung Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits :

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya(HR Ahmad, dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’)

Padahal jika kita mau objektif dan sedikit hitung – hitungan, untuk bacaan ruku’ dan sujud saja yang kita baca sebanyak tiga kali, setidaknya membutuhkan waktu tiga detik untuk mengicapkannya dengan baik, benar, dan jelas. Apalagi jika kita memahami arti dan kandungan dari bacaan – bacaan tersebut, seperti tidak akan tega membacanya secara terburu – buru, malah justru akan perlahan dan menjiwainya sebagai ungkapan cinta dan pujian kepada Allah Yang Maha Pencipta.

Subhanaa robbiyal ‘azhim (artinya: Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung). (HR Muslim)

Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih (artinya: Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya)” (HR Abu Daud)

Sebenarnya melihat fenomena seorang muslim yang tergesa – gesa saat menunaikan sholat, saya punya kekhawatiran tersendiri. Saya sangat khawatir, orang yang tidak menjaga kualitas sholatnya dari segala aspek termasuk tuma’ninah, maka akan berdampak pula kepada kualitas amal ibadah lainnya yang ia lakukan. Artinya kualitas amal ibadah tersebut hanya sekedar formalitas atau malah asal – asalan, yang penting beres tanpa memperhatikan aturan – aturan dari Qur’an dan Sunnah. Padahal dengan amal ibadahlah kita akan diseleksi oleh Allah, untuk membedakan siapa yang lebih baik, siapa yang ikhlas, siapa yang munafik, dan siapa yang bersungguh – sungguh.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)

cara-sholattarawih

Diakhir tulisan, saya ingin mengajak para pembaca yang budiman untuk sama – sama mengevaluasi kembali kualitas sholat kita. Jangan sampai sholat sebagai ibadah agung yang kita kerjakan selama hidup ini ternyata tak bernilai apapun. Kita memang tidak bisa melihat rapor nilai sholat yang pernah kita lakukan selama ini. Namun saya pikir jika bisa mengingat – ingat kembali seperti apa kualitas sholat yang telah dilakukan dahulu. Semoga tulisan ini menggugah hati – hati kita untuk membenahi setiap amal ibadah untuk lebih baik lagi agar diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Itulah cita – cita tertinggi seorang mukmin.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com untuk bertanya.

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Bimbel Qur’an Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, anak – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s