Berislam Dalam Berlalu Lintas

lalu-lintas

Lembaga kesehatan dunia dibawah naungan PBB, World Health Organization (WHO) merilis The Global Report on Road Safety menampilkan angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2015 di 180 negara. Dalam rilis tersebut, terungkap fakta bahwa Indonesia menjadi negara ketiga di Asia, di bawah Cina dan India, dengan total 38.279 total kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2015.

Meskipun Indonesia secara data menduduki peringkat ketiga, namun dilihat dari presentase statistik dari jumlah populasi, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan angka kematian 0,015 persen dari jumlah populasi, sedangkan Cina dengan presentase 0,018 persen dan India 0,017 persen.

WHO juga merilis data bahwa regulasi lalu lintas di Indonesia tidak begitu tegas mengatur tentang praktik mengatur kecepatan dalam berkendara, mengemudi di saat mabuk, memakai helm, penggunaan sabuk pengaman, dan keamanan anak selama berkendara. Hal – hal itulah yang akhirnya menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Fakta diatas juga diperkuat oleh data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di periode 1 Januari sampai dengan 9 Agustus 2016. Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, terjadi jumlah kecelakaan sebanyak 3.738 kejadian dalam jangka waktu tersebut. Sementara untuk jumlah korban tewas, tercatat meningkat 4 persen, yakni tercatat 353 orang tewas di jalanan.

Apa yang saya sampaikan diatas, hendaknya menjadi warning bagi kita semua dalam berlalu lintas. Jangan sampai data – data tersebut hanya sekedar kumpulan angka yang cukup untuk diketahui saja. Namun lebih jauh dari itu, kita harus melihat solusi yang perlu dihadirkan agar dapat menurunkan angka kecelakan berlalu lintas. Sadarilah, Indonesia sedang darurat jalan raya.

Saya yakin dari pihak aparat dalam hal ini kepolisian lalu lintas, tentu sudah mengikhtiarkan yang optimal untuk bisa mencegah kecelakaan di jalan raya, mulai dari regulasi, rambu – rambu, hingga tindakan di lapangan. Namun dalam tulisan kali ini, saya ingin menyajikan solusi yang ditawarkan Islam untuk turut mengingatkan penganutnya tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Sebenarnya problematika berlalu lintas tak bisa dipisahkan dari prinsip – prinsip agama Islam. Jika kita tinjau secara hakikatnya, dalam berlalu lintas mengedepankan tiga aspek utama, yakni TERTIB, PATUH, dan DISIPLIN. Nah ketiga aspek tersebut kita temui pula dalam prinsip agama Islam, seperti saat beribadah sholat.

Sholat menjadi role model paling mudah untuk dikaitkan dengan ketiga aspek yang telah saya sebutkan tadi. Dalam sholat, TERTIB merupakan salah satu arkanush sholat atau rukun sholat agar sah. Tidaklah sah sholat seseorang apabila tidak TERTIB dalam sholatnya, dalam artian ia terbalik – balik melakukan gerakan sholat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika Anda hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagi Anda. Kemudian rukuklah sampai benar-benar ruku’ dengan tuma’ninah, lalu bangkitlah (dari ruku’) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tumakninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tuma’ninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

Walaupun secara konteks hadits diatas lebih tertuju kepada pentingnya tuma’ninah (tidak terburu – buru) dalam sholat, namun dari segi kandungannya bisa juga kita ambil tentang perlunya TERTIB dalam urutan gerakan sholat. Sederhananya, tentulah tidak sah jika seseorang secara sadar sujud dahulu baru kemudian ruku’. Begitupun dalam berlalu lintas, contoh seperti berada di jalur jalan sesuai kendaraan yang digunakan, tidak melawan arus kendaraan, serta tidak ugal – ugalan saat berkendara, adalah cermin menjunjung nilai TERTIB. Saya pun khawatir, jangan – jangan orang yang tidak TERTIB dalam berlalu lintas, juga tidak tertib saat beribadah. Bahaya.

jalur-lambat-roda-dua-lf-wijaya-satria

Kemudian masih dalam sholat, PATUH juga menjadi syarat sah sholat. KePATUHan tersebut yaitu mengikhlaskan niat karena Allah Azza wa Jalla semata serta mengikuti tuntunan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah dua kunci yang menjadi pembuka pintu diterimanya sholat kita (juga dengan amal shalih lainnya). 

Ketentuan ini merujuk kepada penjelasan Fudhail bin ‘Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah,

Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS Al Mulk : 2)

Beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Lalu Al Fudhail berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab. Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Sedangkan dalam berlalu lintas, kePATUHan ini diartikan dalam hal mentaati segala regulasi (aturan) dan rambu – rambu yang ada. Tidak Islami menurut saya ketika ada pengendara yang memakirkan kendaraanya di zona dilarang parkir. Sadar atau tidak sadar, ia telah menyalahi aturan dan bisa menimbulkan masalah akibat parkir tidak pada tempatnya. Perbuatan ini mendekati dzholim, artinya tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya dan tidak proporsional. Bukan bermaksud menyamakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan rambu – rambu lalu lintas, namun ketika kita taat aturan lalu lintas, Allah juga pasti akan menyukai perbuatan kita karena unsur maslahatnya lebih dominan, begitu juga jika sebaliknya.

pelanggar-rambu-dilarang-parkir-sumber-rinaldimunir

Terakhir mengenai DISIPLIN juga masih kita temukan dalam sholat. KeDISIPLINan tersebut tercermin sebagaimana telah diaturnya waktu – waktu sholat. Muslim yang disiplin akan sholat subuh di waktu subuh, bukan di waktu dhuha. Kemudian bentuk DISIPLIN yang lain yaitu mengikuti imam saat menunaikan sholat berjama’ah. Tidak boleh seorang ma’mum mendahului atau bahkan sekedar menyamai gerakan sholat imam. Perhatikan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini : 

“Sesungguhnya imam itu untuk diikuti maka jangan menyelisihinya. Apabila ia takbir maka takbirlah. Dan apabila ruku maka rukulah, dan apabila ia mengucapkan samiallahu limanhamidah, maka ucapkan : rabbana walakal hamdu, dan apabila ia sujud maka sujudlah kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

“Apakah seseorang diantara kalian tidak takut apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah akan rubah bentuknya menjadi bentuk keledai ? (Muttafaq ‘Alaih)

Lalu dalam berlalu lintas contoh keDISIPLINan yang harus benar – benar dijaga adalah mengikuti traffic light atau yang sering familiar disebut lampu merah. Tahukah anda? bahwa salah satu penyebab utama kecelakaan adalah menerobos lampu merah. Sangat disayangkan sekali masih banyak saja pengendara yang menerobos lampu merah. Padahal apa yang mereka lakukan itu sangat membahayakan dirinya dan orang lain. Lucunya, saya pernah jumpai pengendara yang menerobos lampu merah tertabrak oleh kendaraan lain yang sedang melaju karena lampu hijau. Tapi justru si peneroboslah yang marah – marah kepada pengemudi kendaraan dari arah lampu hijau. Sungguh sangat absurd.

lampu-merah-tello

Tak hanya masalah menerobos lampu merah, minimnya sikap DISIPLIN juga terlihat dari masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua, dan penggunaan safety belt bagi pengguna kendaran roda empat. Saya sangat mendukung aparat untuk menindak oknum pengendara yang tidak menggunakan alat keselematan berkendara tersebut, karena daapt membahayakan nyawa mereka. KeDISIPLINan perlu ditegakkan untuk melahirkan keteraturan, keselamatan, dan kenyamanan.

wuzz

Maka sebagai kesimpulan, segala seasuatu yang diajarkan dalam agama Islam hendaknya juga kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari, baik dari sisi konteks maupun aplikasinya. Allah dan Rasul-Nya mewajibkan kita untuk menunaikan sholat wajib lima waktu, tak hanya untuk sekedar dilakukan dalam rangka menggugurkan kewajiban, namun juga agar kita dapat mengambil segala hikmah dan kandungan yang terdapat dalamnya.

Sehingga keTERTIBan, kePATUHan, dan keDISIPLINan yang telah diajarkan dalam Islam disetiap ajarannya, tak hanya kita lakukan dalam urusan beragama saja. Tapi juga dalam aspek kehidupan sehari – hari, termasuk sat berlalu lintas. Maka saya mengajak melalui tulisan yang sederhana ini, untuk bersama – sama kita berislam dalam berlalu lintas. Tunjukkan bahwa muslim itu taat berlalu lintas, tidak hanya taat terhadap aturan yang telah diatur kepolisian demi keselamatan di jalan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, tapi lebih dari itu karena Islam-lah yang mengajarkan kita untuk berlaku baik, TERTIB, PATUH, dan DISIPLIN dimanapun, kapanpun.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com untuk bertanya.

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Bimbel Qur’an Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, anak – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s