Penyakit “Yang Penting kan…”

daun-gugur1

“Sholat di rumah aja, yang penting kan sholat….”

“Sudah nutup rambut, yang penting kan berjilbab…”

“Seribu saja cukup, yang penting kan sedekah…”

Begitulah selentingan kata orang yang mengaku sebagai muslim. Begitu diajak sholat berjama’ah di masjid, kalimat pertama keluar dari lisannya. Dinasehati cara berjilbab yang benar sesuai syari’at, kalimat kedua terucap dari lisannya. Ketika hendak memasukkan sedekah ke dalam kotak amal, kalimat ketiga meluncur dari lisannya. Dan masih banyak lagi “yang penting kan” yang penting kan” lainnya. Jujur, saya suka gregetan ketika mendengar pernyataan – pernyataan seperti diatas. Dengan mudahnya mereka mengatakan demikian, darimana dasarnya? Apakah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam atau para sahabat radhiallahu ‘anhum pernah mencontohkannya?

Sadarilah, ini merupakan salah satu bentuk penyakit yang menjangkiti ketaqwaan seorang hamba Allah Azza wa Jalla. Seolah – olah apa yang mereka lakukan sudah benar, sudah sesuai tuntunan. Padahal hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada artinya dihadapan Allah Azza wa Jalla. Maka merugilah orang – orang yang demikian itu. Sungguh inilah salah satu bentuk ujian dari Allah Azza wa Jalla kepada hamba – hamba-Nya, agar terlihat mana yang amalnya paling baik amalnya diantara mereka.

Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS Al Mulk : 2)

Tentulah tidak sama, kadar pahala yang didapatkan seorang muslim (terutama laki-laki) yang sholat berjama’ah di masjid (tepat waktu) dengan yang hanya sholat sendiri di rumah (tanpa udzhur). Tidak akan sama pula, kadar pahala yang didapatkan seorang muslimah yang berjilbab secara syar’i (menutup dada, tidak ketat, tidak tembus pandang, apalagai bercadar) dengan yang berjilbab ala kadarnya (hanya menutup rambut, tidak menutupi dada, dan seterusnya). Serta tidak akan sama, kadar pahala seorang muslim atau muslimah yang bersedekah dengan sedekah yang banyak (dibarengi niat ikhlas) dengan yang bersedekah apa adanya (tidak dibarengi niat ikhlas dan terpaksa, padahal dia mampu memberi lebih).

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS Ar Rahman : 60)

****

Saudaraku seiman, jangan sampai kita terjangkit penyakit “yang penting kan”. Penyakit ini bisa lebih parah daripada kanker, karena dapat mengakibatkan kesengsaraan di dunia dan akhirat. Sebagian orang menyanggah dengan perkataan, “Hargailah prosesnya untuk menjadi sholih”. Ingat, proses menuju kesholihan jalannya hanya satu, yaitu yang sesuai Qur’an dan Sunnah. Tidak berlaku “Banyak jalan menuju Roma”, karena kita sedang menuju kesholihan, meraih ridho Allah Azza wa Jalla, bukan sedang ber-travelling menuju Roma. Banyak orang yang ingin mendapatkan kebaikan, namun ia ternyata sama sekali tidak mendapatkan apa – apa. Kenapa? Karena ia menempuh cara dan jalan yang salah.

“Dan Kami datang kepada amalan yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS Al Furqan : 23)

Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.” (HR Ad Darimi)

Semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat bagi penulis maupun pembaca. Bahwa sesungguhnya telah ada tuntunan yang benar dari Qur’an dan Sunnah mengenai segala aspek kehidupan seorang muslim, termasuk perihal amal ibadah. Jangan mudah mengucapkan “yang penting kan”, karena bisa jadi kalimat inilah yang akan menjerumuskan kita kedalam neraka.

“Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS Al Ghasyiyah : 1-7)

“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran : 31)

Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunahku dan sunnah para khalifah ar-rasyidin (yang diberi petunjuk) sesudahku, gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah dari setiap perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah di neraka.” (HR At Tirmidzi)

Meraih ridho Allah Azza wa Jalla itu perlu pengorbanan, kegigihan, dan semangat untuk memperbaiki kualitas ibadah. Namun yakinlah, bahwa semuanya agar terbayar kontan kelak di yaumil akhir. Serta pastikan bahwa anda sedang berada di jalan yang benar untuk menuju surga-Nya. Wallahu a’lam bishowab

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s