Jagalah Mimpi Anda Pergi Ke Baitullah

mathaf-expansionBismillah. Para pembaca yang disayangi Allah Azza wa Jalla, beberapa hari ini kita diramaikan dengan berita liputan haji, baik di TV, radio, dan koran. Mulai dari proses manasik, jelang keberangkatan, hingga kedatangan di tanah suci. Tak hanya itu saja, di beberapa berita juga diangkat kisah – kisah inspiratif tentang orang – orang yang dianggap “tidak mampu” pergi ke tanah suci, tetapi pada kenyataannya Allah Azza wa Jalla takdirkan yang berbeda. Tatkala Allah Azza wa Jalla yang berkehendak, maka segalanya bisa terjadi. Seperti yang saya pernah lihat berita tentang seorang pedagang gula aren, penjual gorengan, penjaja krupuk, dan masih banyak lagi, yang berkesempatan untuk pergi haji tahun ini. Ah Subhanallah, betapa takdir Allah Azza wa Jalla indah sekali.

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah untuk Allah.” (QS Al-Baqarah: 196)

Mimpi pergi ke Baitullah, baik dalam rangka haji maupun umroh, harus selalu kita pelihara dengan keikhlasan, menyiramnya dengan ikhtiar dan tawakal agar ia tumbuh besar dan menjadi kenyataan. Saya akan mulai membahas tentang haji terlebih dahulu. Seperti tulisan saya sebelumnya, penting bagi kita mengetahui keutamaan sebuah amal ibadah. Haji merupakan salah satu rukun Islam, yang wajib dilakukan bagi mereka yang mampu baik secara materi maupun non materi.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan”. (HR Bukhari)

Haji merupakan amalan paling afdhol, sebagaimana hadits :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Bukhari)

Bahkan jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga.

Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga. (HR Bukhari dan Muslim). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim)

Dengan demikian, sangat jelas bahwa setiap muslim harus memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji. Walaupun dihadapkan dengan persoalan mahalnya biaya dan daftar tunggu haji yang lama, tapi kita tidak boleh mengubur niat pergi haji. Karena sesungguhnya pergi haji bukan tentang hitung – hitungan uang dan waktu, tetapi tentang siapa yang Allah Azza wa Jalla undang. Allah Azza wa Jalla tidak mengundang yang mampu pergi haji, namun Dia Ta’alaa mampukan siapa yang Dia Ta’alaa undang. Sering kita temui, seseorang yang kaya raya, banyak harta, sehat lahir batin, namun Allah Azza wa Jalla belum berkehendak mengundangnya ke baitullah. Namun seorang penjual krupuk keliling, tua renta, yang penghasilannya hanya 20ribu sehari, Allah Azza wa Jalla mampukan ia dan Allah Azza wa Jalla undang ia untuk pergi haji ke baitullah. Masya Allah.

Innama amruhu idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun : “Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah” (QS Yasin : 82)

Ajaib memang, ibadah haji bisa dilaksanakan bagi mereka yg mendapat taufik dan memiliki keikhlasan. Ada yang punya harta, tetapi tidak punya waktu dan kesehatan tubuh. Ada yang sehat dan punya waktu tetapi tidak punya harta. Ada yang punya waktu, uang dan kesehatan tetapi tidak segera menunaikan haji, baik karena menunda-nunda atau atau tidak ada keinginan sama sekali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah Azaa wa jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku (naik haji, karena yang berhaji disebut tamu Allah, pent), maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi (dari kebaikan)” (HR Ibnu Hibban)Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata,

sesungguhnya saya berkeinginan bisa mengutus sekelompok orang ke daerah-daerah. Mereka mencari orang yang punya kemampuan tetapi tidak pergi haji, menjatuhkan jizyah (upeti) kpeada mereka. Mereka (Yang semacam ini) bukanlah muslim, mereka bukanlah muslim.”  (HR Said bin Mashur)

Dalam riwayat yang lain,

Hendaknya mereka mati dalam keadaan yahudi atau nashrani –dikatakan tiga kali- seorang yang mati kemudian (sengaja) tidak berhaji, (padahal) ia mendapat keluasan (rezeki) dan kemudahan jalan.” (HR Baihaqi)

****

Kemudian umrah. Ada sebagian ulama yang menyebutkan umrah adalah haji kecil. Karena tata caranya sama dengan haji, hanya saja umrah tidak ada lempar jumrah dan wukuf di Arafah. Keutamaan umrah juga banyak sekali, diantaranya :

Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR Ibnu Majah)

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR An Nasai, Tirmidzi dan Ahmad)

Umrah bisa dilakukan kapan saja, beda dengan haji yang hanya dilakukan di bulan Dzulhijah. Pergi umrah juga memerlukan kesiapan materi dan non materi seperti haji. Tetapi sekali lagi saya ingatkan, kehendak Allah Azza wa Jalla jauh diatas hitungan manusia. Ditulisan kali ini, inti yang ingin penulis sampaikan adalah jagalah mimpi anda untuk pergi ke Baitullah, apakah itu untuk haji ataupun umrah. Bermimpi adalah awal menuju kenyataan. Bermimpi adalah kemampuan yang tidak semua orang mampu melakukannya. Berapa banyak orang yang baru sekedar bermimpi saja, tidak bisa. “Ah kayaknya gak mungkin deh umrah apalagi haji”, demikian kata sebagian orang yang kurang keimanannya kepada Allah Azza wa Jalla. Mereka lupa ada Allah Azza wa Jalla yang menguasai dan memiliki langit bumi beserta isinya.

Atau yang lebih parah adalah seorang muslim yang menempatkan mimpinya keluar negeri bukan ke Baitullah (Arab Saudi, Makkah dan Madinah), tapi malah ke Korea ingin ketemu artis K-Pop, ke Jepang ingin ke Gunung Fuji, Amerika Serikat ingin melihat patung Liberty, atau ke Perancis ingin melihat menara Eiffel. Na’udzubillah, semoga kita dijauhkan dari hal seperti ini.

Hal perlu anda lakukan sekarang adalah meniatkan untuk pergi ke baitullah (haji atau umroh, bahkan keduanya), kemudian ikhtiar dengan mencari rezeki serta menabung, lalu tawakal kepada Allah Azza wa Jalla dengan kesabaran dan doa. Lalu jagalah niat dan mimpi anda untuk pergi ke baitullah. Penulis doakan, semoga siapapun yang membaca tulisan ini, Allah Azza wa Jalla undang dan mampukan untuk pergi ke baitullah di saat yang tepat. Tekadkan dalam hati, minimal sekali dalam seumur hidup, kita bisa pergi ke baitullah. Sholat di masjid nabawi, ziarah ke makam Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, mengunjungi Raudhoh, tawaf dan sholat di masjidil haram, Sa’i antara shofa dan warwah, melempar jumrah di mina, dan wukuf di arafah. Rasakan pengalaman spiritual yang luar biasa ketika berkunjung ke tanah suci dan tidak sedikit pula seseorang yang telah berkunjung ke baitullah mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah Ta’alaa untuk menjadi muslim yang sejati. Walhamdulillah.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum…

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

One thought on “Jagalah Mimpi Anda Pergi Ke Baitullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s