Bergeserlah Dari Tempat Shalat Wajib Untuk Shalat Sunah

Shalat (1)Suatu ketika Rizal menunaikan sholat dzuhur berjama’ah di masjid dekat rumahnya. Kemudian setelah selesai sholat wajib dan dzikir setelah sholat, Rizal hendak menunaikan sholat sunnah ba’diyah dzuhur. Namun sayangnya jama’ah di shaf depan, dimana posisi sholat Rizal berada, tidak ada yang kosong. Para jama’ah masih khusyuk berdzikir dan berdoa. Kondisi yang sama terlihat juga di posisi shaf kedua, dibelakang Rizal. Melihat keadaan ini, Rizal lantas meminta izin kepada seorang bapak yang tepat ada disampingnya, “Pak, mohon maaf. Boleh tukeran tempat duduk? Saya ingin sholat sunnah ba’diyah”. Lantas sang bapak menjawab, “Lho ngapain tuker – tukeran, sholat saja disitu. Bikin repot saja”. Reza kemudian menjawab dengan santun, “Bapak, sekali lagi mohon maaf apabila saya merepotkan bapak, namun sunnahnya seperti itu pak. Jika hendak menunaikan sholat sunnah setelah sholat wajib, sebaiknya jangan ditempat atau posisi yang sama dengan sholat wajib. Tapi tidak apa – apa, jika bapak tidak berkenan saya akan tukeran dengan jama’ah yang lain. Barakallahu fiik bapak”. Akhirnya Rizal bertukar posisi dengan seorang jama;ah disamping kirinya yang ternyata mau dan paham dengan masalah posisi sholat wajib dan sholat sunnah.

****

Saudaraku seiman yang semoga Allah Azza wa Jalla Rahmati, pernahkah anda mengalami hal yang sama seperti Rizal? Atau justru anda malah seperti bapak yang menolak bertukar posisi sholat dengan Rizal? Jika saya pribadi, saya sering bernasib sama dengan Rizal. Apalagi jika saya melaksanakan sholat wajib di masjid – masjid “kampung” (maksudnya terletak di perkampungan warga). Sebenernya apakah memang disyariatkan untuk berpindah tempat dari posisi sholat wajib untuk menunaikan sholat sunnah? Maka dengan tegas adalah disyari’atkan untuk bergeser atau pindah posisi dari posisi sholat wajib ketika hendak melaksanakan sholat sunnah. Sebagaimana hadits berikut :

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang imam tidak boleh shalat di tempat di mana ia shalat sehingga ia berpindah tempat” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

“Hendaknya tidak melakukan sholat sunnah, sampai berpindah dari tempat yang digunakan untuk shalat wajib.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

Selain itu juga ada hadits lainnya yang menguatkan :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Apakah kamu merasa lemah (keberatan) apabila kamu shalat untuk maju sedikit atau mundur, atau pindah ke sebelah kanan atau ke sebelah kiri?” (HR Ibnu Majah)

Dari hadits – hadits di atas menunjukan bahwa berpindah tempat ketika melaksanakan shalat sunnah setelah sholat wajib memang ada dasar masyru’iyahnya. Bukan sekedar mengada-ada atau iseng-iseng belaka. Imam Al-Bukhari dan Al-Baghawi menyebutkan bahwa di antara hikmah mengapa kita berpindah tempat, antara lain disebutkan untuk memperbanyak tempat sujud atau ibadah. Karena tempat-tempat ibadah tersebut akan memberi kesaksian di hari akhir nanti sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

“Pada hari itu bumi menceritakan khabarnya” (QS. Al-Zalzalah : 4)

Pada saat bumi menceritakan kabarnya, saat itu bumi atau tanah menjadi saksi di hari kiamat bahwa kita pernah shalat dan bersujud di atas posisinya. Semakin banyak posisi shalat yang pernah kita ambil, maka akan semakin banyak tanah atau bumi yang akan memberikan kesaksian. Nah demikianlah hikmah dibalik mengapa kita disyari’atkan untuk berpindah posisi untuk menunaikan sholat sunnah setelah sholat wajib. Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan manfaat, kebaikan, serta menambah ilmu kita tentang agama. Mohon doakan penulis, agar senantiasa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebenaran yang berlandaskan Qur’an dan sunnah.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum…

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s