Ujian adalah Sahabat Kehidupan

ujian hidupAda selentingan komentar seperti ini, “Kalo gak mau dapat ujian, ya gak usah hidup aja”. Apakah anda setuju dengan statement itu? Apa pun jawaban anda, sadarilah bahwa sudah bagian dari takdir manusia akan  bertemu ujian dalam hidupnya. Inilah bagian dari ketetapan Allah Azza wa Jalla bagi tiap hamba-Nya. Tak ada yang bisa menghindar tatkala Allah Azza wa Jalla memutuskan sebuah ketetapan. Termasuk menetapkan bahwa memang dunia ini adalah medan ujian serta medan perjuangan untuk menghadapi ujian tersebut.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiyaa’ : 35)

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup,supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk : 1-2)

Anda perlu tau, selain karena sudah bagian dari  ketetapan Allah Azza wa Jalla, sebenarnya kita manusia adalah makhluk yang selalu mencari ujian. Karena kita ingin mencapai derajat yang lebih tinggi dari manusia biasa, yaitu menjadi manusia yang lebih baik dihadapan-Nya. Mau masuk SMP, harus ujian kelulusan tingkat SD dahulu. Mau menjadi PNS, harus ikut ujian seleksi CPNS, dan contoh – contoh lainnya. “Tapi kan itu ujian yang sudah kita rencanakan untuk dihadapi”. Betul, nah jika demikian permasalahannya adalah cara pandang dan cara kita menyikapi setiap permasalahan yang ada dihadapan kita, apakah itu terencana ataupun datang dengan tiba – tiba.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-‘Ankabuut : 2)

Namun kita tidak bisa memungkiri, manusia selalu punya batas kapasitas. Termasuk kapasitas dalam menerima, menghadapi, dan memperjuangkan ujian serta bersabar. Karena sesungguhnya kapasitas diri kita yang terbatas dalam memasukkan besaran dari kesabaran dalam hati, sedangkan kesabaran itu sesungguhnya tak bertepi. Bagi anda yang merasa dalam hidup ini terus menerus mendapati ujian, maka itulah yang pernah dirasakan oleh seorang Imam besar sekelas Imam Syafii. Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :

مِحَنُ الزَّمَانِ كَثِيْرةٌ لاَ تَنْقَضِي … وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالْأَعْيَادِ

“Cobaan zaman banyak tidak habis-habisnya…
Dan kegembiraan zaman mendatangimu (sesekali) seperti sesekalinya hari raya”
Bahkan terkadang ujian datang bertubi-tubi dan bertumpuk-tumpuk. Imam Syafi’i rahimahullah juga berkata :

تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً … وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ

“Hal-hal yang dibenci tatkala datang bertumpuk-tumpuk…
Dan aku melihat kegembiraan datang sesekali”

Di tulisan kali ini, saya akan mencoba menyampaikan firman dan janji Allah Azza wa Jalla, sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam, serta nasihat para ulama dalam menghadapi ujian kehidupan.

  • Sabar adalah jawaban dari setiap soal ujian kehidupan

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqoroh : 155)

Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga). (QS. Az Zumar: 10)

  • Ujian adalah cara Allah Azza wa Jalla untuk menghadiahkan surga. Dan pertolongan Allah Azza wa Jalla dalam tiap ujian itu sangat dekat.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS Al-Baqoroh : 214)

  • Semakin tinggi iman dan ilmu seseorang, maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

  • Hadirnya ujian akan disertai dengan kecintaan dari Allah Azza wa Jalla.

“Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 146)

  • Berprasangka baiklah kepada Allah Azza wa Jalla terhadap ujian yang Dia berikan.

“Dan boleh jadi kalian membeci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian” (QS Al-Baqoroh : 216)

  • Ujian meninggikan derajat seseorang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.” (Al Istiqomah)

  • Ujian adalah salah satu tanda dari kesempurnaan iman seseorang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Allah akan memberikan cobaan terberat bagi setiap orang mukmin yang sempurna imannya.” (Qo’idah fil Mahabbah)

Al Munawi mengatakan, “Jika seorang mukmin diberi cobaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya.” (Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir)

Al Munawi mengatakan pula, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta. Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir)

Semoga apa yang saya hadirkan di tulisan kali ini mampu menjadi oase bagi anda yang sedang menghadapi gersangnya ujian kehidupan. Saya hadirkan kebenaran dari Al Qur’an dan Al Hadits semata – mata ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa sesungguhnya agama kita tidak akan memberi ujian tanpa jawaban. Mudah – mudahan ini semua menjadi pengingat bagi diri penulis pribadi dan anda semua yang membaca tulisan ini. Serta menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam mempersiapkan bekal menuju akhirat kelak. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum…

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s