Tidak Perlu Terburu-buru Menuju Masjid

lariIkhwah Fillah Rohimakumullah, pernahkah anda mendapati seseorang yang berjalan terburu – buru menuju masjid untuk menunaikan sholat berjama’ah? Atau bahkan sampai berlari – lari hingga menimbulkan kegaduhan dari langkah kakinya? Sepertinya sering kali kita melihat kejadian ini. Lantas kita jadi bertanya – tanya, sebenarnya apa alasan seseorang berlari – lari, berjalan terburu – buru menuju masjid untuk menunaikan sholat berjama’ah? Ternyata jawabannya adalah mereka gak mau ketinggalan banyak rakaat sholat (itu bagi yang datang telat). Atau mereka ingin mengejar takbiratul ikram pertama (itu bagi yang datang mepet iqomah). Rasulullah Shollahu ‘alaihi wassallam atas petunjuk Allah Azza wa Jalla menyampaikan sebuah tuntunan bagaimana seharusnya seseorang berjalan menuju masjid untuk menunaikan sholat berjama’ah, baik dalam konteks datang tepat waktu maupun telat.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun bersikap tenang dan khusyu’lah. Gerakan imam yang kalian dapati, ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu dia berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ جَلَبَةَ رِجَالٍ. فَلَمَّا صَلَّى, قَالَ: مَا شَأْنُكُمْ؟ قَالُوا: اسْتَعْجَلْنَا إِلَى الصَّلَاةِ. قَالَ: فَلَا تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Ketika kami sedang shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tiba-tiba beliau mendengar suara gaduh beberapa orang. Maka setelah selesai, beliau bertanya, “Ada apa dengan kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa mendatangi shalat.” Beliau pun bersabda, “Janganlah kalian berbuat seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat maka datanglah dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di antara faedah dari hadits ini:

  1. Terlarangnya terburu-buru menuju shalat ketika mendengar iqomah atau takut akan luput raka’at.
  2. Ketika seorang makmum masuk shaf, maka hendaklah ia mengikuti imam dalam apa pun kondisi imam, baik ia berdiri, ruku’ atau sujud. Ketika imam sujud, maka makmum hendaklah bertakbiratul ihram dan langsung sujud dalam rangka mengikuti imam.
  3. Gerakan yang luput dari imam, hendaklah disempurnakan sendirian setelah imam salam.
  4. Alasan tidak boleh bercepat-cepat ketika itu adalah karena seseorang yang berjalan menuju shalat sudah terhitung layaknya  ia berada dalam shalat. Sehingga sudah sepatutnya ia khusyu’ dan tenang sebagaimana orang yang shalat.
  5. Asy Syaukani berkata bahwa tidak dikatakan makruh bagi seseorang yang bercepat-cepat sebelum iqomah.
  6. Berjalan terburu – buru apalagi berlari – lari ketika sudah masuk kedalam masjid hanya akan menimbulkan kegaduhan dari suara langkah. Hal ini bisa mengganggu konsentrasi dan kekhusyu’an jama’ah yang lain. Ini adalah perbuatan yang tercela.
  7. “Tidak tergesa-gesa atau ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR Abu Ya’la dan Baihaqi)inilah hukum asal dari tergesa-gesa. Semuanya berasal dari bisikan setan. Dan maksud dari hadits di atas adalah agar kita menghindari ataupun membuang sifat tergesa-gesa.

Jadi yang dikatakan makruh tergesa-gesa adalah ketika telah dikumandangkan iqomah atau takut akan luput raka’at. Maka hikmah yang bisa kita ambil adalah hendaknya kita waspada akan waktu sholat. Sebisa mungkin 5 hingga 10 menit sebelum adzan dikumandangkan, kita sudah menghentikan aktifitas kita. Kemudian bersiap – siap menuju masjid dengan sebisa mungkin berwudhu dari rumah.

“Jika seseorang wudhu dengan sempurna, kemudian menuju masjid maka Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai pahala untuknya, mengangkat derajatnya, dan menghapuskan dosanya.” (HR Muslim)

Setelah berwudhu, memakai wangi – wangian jika ada, lalu berjalanlah dengan tenang. Berjalanlah dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan karena kita akan menghadiri ibadah yang agung. Sadarilah, sesungguhnya menegakkan sholat berjama’ah di masjid adalah karunia dari Allah. Berapa banyak orang – orang Islam terutama laki – laki yang lalai akan hal ini? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’alaa mengkaruniakan kita kemudahan untuk selalu bisa menunaikan sholat wajib lima waktu berjama’ah di masjid dan tepat waktu. Aamiinn yaa Robbal ‘alamiinn.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum…

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s