Waktu – Waktu Mustajab Berdoa

tangan-berdoa-3Alhamdulillah ba’da tahmid wa taslim. Setiap manusia pastilah memiliki keinginan atau pun cita – cita dalam hidupnya. Baik keinginan dalam urusan agamanya; seperti masuk surga dan diampuni dosa – dosanya atau keinginan dunia; seperti diberi penghidupan yang cukup, rezeki yang halal dan baik, diberikan kesehatan, dan lain – lain. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pastilah manusia akan mengemasnya dalam bentuk ikhtiar (berusaha) dan berdoa. Insya Allah ditulisan kali ini, penulis akan membahas tentang doa dan waktu – waktu yang mustajab untuk berdoa. Kita mulai dengan pertanyaan apa itu doa?

Doa adalah sebuah untaian permohonan yang disampaikan seorang hamba kepada Rabb-Nya, Allah Azza wa Jalla. Karena hanya Allah Azza wa Jalla saja yang mampu untuk mengabulkan doa – doa kita semua. Dia-lah Dzat Yang Maha Tinggi, Maha Agung, serta Maha Berkehendak. Doa merupakan salah satu bentuk ibadah. Bahkan doa adalah perintah Allah Azza wa Jalla, sebagaimana firman-Nya :

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghafir : 60)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah : 186)

Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi :

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata : ‘Hadits hasan shahih’)

Setelah kita mengetahui keutamaan berdoa, maka selanjutnya adalah kita harus tau pula kapan waktu – waktu yang mustajab untuk berdoa. Walaupun sebenarnya setiap waktu adalah kesempatan untuk berdoa, namun dari waktu – waktu tersebut ada waktu yang istimewa untuk menyampaikan doa. Berikut beberapa waktu – waktu mustajab tersebut berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.

1. Di Sepertiga Malam dan Waktu Sahur

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

2. Ketika Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak (HR. Muslim)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

3. Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin AisyahRadhiallahu’anha :

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah : Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]”(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

4. Antara Adzhan dan Iqomah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak (HR. Tirmidzi, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Sayangnya waktu ini sering dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin. Banyak dari kaum muslimin yang malah mengobrol, bermain gadget atau social media, dan lain – lain. Semoga setelah mengetahui keutamaan ini, kita lebih memanfaatkan waktu antara adzhan dan iqomah untuk memperbanyak berdoa.

5. Di Hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut (HR. Bukhari, Muslim dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai (HR. Muslim, dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar (HR. Abu Daud, dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

6. Ketika Turun Hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala :

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun (HR Al Hakim, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’)

Hadits diatas juga disebutkan ketika adzhan berkumandang adalah waktu mustajab untuk berdoa. Itulah hikmahnya mengapa kita disunnahkan untuk menjawab seruan adzhan.

7. Doa Pada Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

8. Ketika Hendak Minum Air Zam -Zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Maka tatakala hendak meminum air zam – zam, jangan terburu – buru untuk langsung minum. Tapi manfaatkanlah untuk berdoa terlebih dahulu. Semoga Allah Azza wa Jalla mengabulkan doa kita.

******

Demikian uraian tentang waktu – waktu mustajab untuk berdoa. Apakah hanya waktu – waktu diatas saja yang mustajab untuk berdoa? Tidak, masih ada dan masih banyak. Silahkan pembaca untuk mencarinya lagi dan diniatkan dalam rangka menuntut ilmu.

Wallahu a’lam bishowab. Barakallahu fiikum…

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s