Jadilah Kunci

kunci-suksesAlhamdulillah. Saat menulis tulisan ini, hujan turun cukup deras di kantor saya. Hujan turun atas izin Allah. Maka tak patut bagi kita ngedumel karena turunnya hujan. “Ah hujan, males banget“, “Huh.. hujan lagi hujan lagi“. Na’udzubillah, padahal kita tau bersama bahwa hujan ada berkah dari Allah. Terlepas dari musibah banjir atau tanah longsor, menurut penulis itu terjadi karena perbuatan tangan manusia juga.

Di zaman sekarang, banyak manusia yang menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu kejelekan. Dengan menjadi seorang ulama, da’i, guru, pendiri gerakan sosial, mereka yang melawan kegiatan – kegiatan maksiat, dan sebagainya. Sungguh beruntunglah orang – orang yang demikian. Namun banyak pula manusia yang menjadi kunci penutup pintu kebaikan dan pembuka pintu kejelekan. Bisa kita lihat seperti orang – orang yang mengadakan party minuman keras dan pesta seks (na’udzubillah), pembagian kondom gratis, penyebar fitnah tentang gerakan dakwah, dan lain – lain. Orang – orang seperti ini tentulah termasuk golongan yang celaka.

Sahabat, Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”. (HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)

Dari hadist diatas jelaslah mereka yang terlibat dalam industri kebaikan atau yang berjuang di jalan kebenaran, Allah akan turunkan kepadanya keberuntungan. Tentu keberuntungan dalam berbagai macam hal yang tidak disangka – sangka. Kita harus yakin bahwa siapapun yang menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan akan selalu ditolong Allah hidupnya. Penulis menjadi saksi bagaimana seorang ikhwan yang mendirikan rumah tahfidz dengan modal 0 dan dan dia tidak punya penghasilan yang jelas, namun selalu ada pertolongan dan keberuntungan – keberuntungan yang hadir dalam hidupnya.

Ya, ikhwan tersebut jelaslah menjadi kunci pembuka pintu kebaikan. Karena dari rumah tahfidz tersebut lahir generasi – generasi Qur’ani dan hafidz, membentuk jiwa yang sholeh, dan seterusnya. Lalu dari  rumah tahfidz tersebut, dia tutup pintu kejelekan. Para santri terhindar dari kegiatan – kegiatan tidak manfaat, terhindar dari pergaulan bebas, dan seterusnya. Subhanallah, sungguh beruntung. Maka pertanyaannya, maukah kita menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan?

Sahabat, tentulah tidak mudah untuk menjadi golongan orang – orang seperti ikhwan yang saya ceritakan diatas. Namun tidak ada yang mustahil, wallahi mudah bagi Allah. Selama kita mau berusaha dan meluruskan niat hanya untuk Allah, niscaya kita bisa melakukannya. Ada beberapa tips agar kita selalu berada dalam semangat menjadi kunci pintu kebaikan dan penutup kejelekan :

1. Mengikhlaskan segala perbuatan dan perkataan hanya untuk beribadah kepada Allah. Karena hal tersebut adalah sumber kebaikan dan sumber kemuliaan seseorang.

2. Berdoa kepada Allah agar diberi taufik menjadi seseorang yang membuka pintu kebaikan. Karena sesungguhnya doa adalah kunci segala kebaikan, dan Allah tidak akan menolak doa seorang hamba yang beriman yang memohon kepadanya.

3. Senantiasa beribadah kepada Allah, terlebih-lebih dalam hal-hal yang wajib. Dan lebih khusus dalam masalah shalat, karena shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

4. Berteman dengan orang-orang yang baik dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Karena sesungguhnya dengan berkumpul bersama mereka, para malaikat akan menyelimutinya dan rahmat Allah akan mengelilinginya. Serta jauhilah perkumpulan orang-orang yang buruk dan jelek, karena mereka adalah pengikut para setan.

5. Menasehati orang lain, baik yang dikenal atau tidak dikenal, agar menyibukkan mereka dengan kebaikan dan menjauhkannya dari kejelekan.

Demikian beberapa tips yang bisa saya sampaikan. Insya Allah sama – sama kita berjuang untuk menjadi kunci. Kunci apa? Tentulah kunci pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu kejelekan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Insya Allah…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP dan WhatsApp 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Bergabunglah menjadi donatur tetap #SedekahMakanSantri Penghafal Qur’an : https://adefahrizal24.wordpress.com/gerakan-sedekah-makansiangberkah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s