Berkah

tumbuhIzinkan saya bercertita tentang seorang kawan saya di awal tulisan kali ini. Saya mempunyai seorang kawan, sebut saja namanya Adam. Ketika lulus SMA, saya dan teman – teman sibuk mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. Namun hal ini tidak berlaku untuk Adam. Dia memilih untuk tidak kuliah. Bermodal uang pensiun orang tuanya, dia membuka usaha percetakan. Di awal usahanya, dengan hanya satu printer dan laptop, dia mulai menerima order dari teman dekat dan saudara – saudaranya. Perlahan namun pasti, usahanya terus berkembang. Yang tadinya hanya mempunyai satu printer, kini sudah ada beberapa printer canggih. Yang tadinya hanya menerima order berupa nyetak sertifikat, kini sudah ada orderan undangan pernikahan, kartu nama, kalender, dan lain – lain. Asetnya terus bertambah dan usahanya bertumbuh. Inilah yang dinamakan berkah.

Cerita tentang Adam diatas, adalah gambaran nyata apa yang disebut dengan berkah. Berkah adalah sesuatu yang bertambah dan bertumbuh. Dalam kehidupan, semua orang mempunyai kesempatan untuk meraih hidup yang berkah, bisnis yang berkah, keluarga yang berkah, dan sebagainya. Namun tidak semua orang bisa meraihnya jika tidak mengetahui rumusnya. Dalam tulisan ini, saya akan coba berikan tiga rumus meraih keberkahan dari Allah dari sudut pandang Islam :

1. Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah.

Point pertama ini nampak sangat kolot sekali. Mungkin sejak dari TK hingga sekarang, nasihat : Beriman dan bertaqwa kepada Allah sangat sering kita dengar. Nah permasalahannya nasihat (atau bahasa saya : rumus) ini hanya kita dengarkan. Tanpa kita resapi, ilhami, dan tanamkan dalam hati kita. Jikalau kita mau memaknai beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan sungguh – sungguh, konsekuensinya sangat besar. Beriman, percaya sepenuhnya hanya kepada Allah adalah sebuah pondasi dasar hidup hamba-Nya. Dengan beriman, kita meyakini bahwa Allah tidak menciptakan kita dengan sia – sia. Allah menghadirkan kita di dunia ini dengan maksud dan tujuan. Jika kita mampu untuk melaksanakannya, maka berkah dari-Nya pasti kita dapatkan. Kemudian bertaqwa, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semuanya dan tanpa pilih – pilih. Berat? Saya yakin pastilah berat. Namun bagi orang yang memiliki pondasi yang kuat (beriman) maka dia akan menjalankannya dengan tulus. Maka iman dan taqwa ibarat dua ban sepeda yang berputar seirama. Tidak bisa salah satunya diam atau berputar berlawanan arah. Ia harus selaras untuk menuju berkah-Nya.

2. Kembali Kepada Al Qur’an.

Mengapa saya menyertakan kata kembali? Karena keberkahan akan menjauh ketika kita juga pergi meninggalkan Al Qur’an. Kemudian yang saya maksudkan kembali kepada Al Qur’an disini adalah bukan melaksanakan apa yang termaktub dalam Al Qur’an. Karena itu sudah termasuk dalam bentuk bertaqwa. Tetapi yang saya maksudkan ialah kembali mengaktifkan dan mengoptimasi kegiatan membaca Al Qur’an. Tidak bisa kita pungkiri bahwa membaca Al Qur’an adalah karunia bagi seorang muslim. Karena tidak semua muslim bisa atau punya kesempatan membaca Al Qur’an dalam hari – harinya. Dan dengan membaca Al Qur’an, petunjuk – petunjuk meraih keberkahan hidup bisa kita temui.

3. Tabungan Positif.

Ketika kita membantu orang lain yang sedang kesusahan, maka secara tidak sadar kita sedang menabung di tabungan positif. Apa maksudnya? Kebaikan – kebaikan yang kita perbuat, kecil maupun besar, terlihat maupun tak terlihat, semuanya akan berbalas dengan kebaikan pula. Ibaratnya tabungan, ketika kita menabung uang, yang nanti akan kita dapatkan juga uang kan? Tidak pernah ada ceritanya ketika kita menabung uang, nanti yang keluar dari mesin ATM saat kita transaksi adalah kain. Begitu juga dengan kebaikan. Semakin sering dan banyak kita melakukan tabungan positif, maka tabungan positif ini akan membawa kita dekat dengan berkah. Bisa jadi tabungan positif kita berupa sedekah setiap hari ke kotak infak masjid akan berbalas dengan mendapatkan rumah idaman. Atau membantu menyebrangkan seorang lansia diramainya lalu lintas jalan raya, akan berbalas dengan terhindar kita dari kecelakaan lalu lintas. Maka bayangkanlah saat kita memperbanyak tabungan positif kita, bukan kita yang akan mencari keberkahan, tetapi keberkahan tersebut yang akan mencari kita.

Inilah rumus – rumus yang bisa saya berikan melalui blog ini. Semoga dengan mengamalkan rumus – rumus diatas, kita akan meraih keberkahan dalam hidup ini dari Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Pesan saya, setelah kita mampu mengamalkannya, maka sampaikan dan ajaklah pula orang – orang disekitar kita. Semoga menjadi tabungan positif bagi diri kita. Semoga pahala kita makin bertambah dan kapasitas diri kita semakin bertumbuh. Aamiinn

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP dan WhatsApp 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Bergabunglah menjadi donatur tetap #SedekahMakanSantri Penghafal Qur’an : https://adefahrizal24.wordpress.com/gerakan-sedekah-makansiangberkah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s