Berdoalah

makna

Telah bercerita kepada kami (Yahya bin Shalih) telah bercerita kepada kami (Fulaih) dari (Hilal bin ‘Ali) dari (‘Atha’ bin asar) dari (Abu Hurairah radliallahu ‘anhu) berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan”. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami sampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa diatas firdaus itu adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga”. Berkata (Muhammad bin Fulaih) dari (bapaknya): “Diatasnya adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah.” (HR. Bukhari)

Dalam dalam hidup ini, banyak aktifitas yang kita lakukan sehari – hari. Diantaranya adalah aktifitas dalam rangka berkomunikasi kepada Allah Azza wa Jalla. Komunikasi ini bisa diterjemahkan dalam berbagai bentuk. Sholat adalah salah satu bentuk berkomunikasi kepada Allah. Namun secara harfiah, komunikasi kepada Allah adalah dengan berdoa. Sebagaimana firman Allah berikut ini :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah : 186)

Sahabat, yang ingin saya bahas adalah korelasi surah Al Baqarah 186 dan Hadits yang diriwayatkan Bukhari diawal tulisan ini. Silahkan perhatikan teks hadits yang saya cetak tebal dan garis bawahi. Apa makna atau pun pelajaran yang bisa kita ambil? Dalam hadits tersebut -jika saya gunakan bahasa sehari – hari- Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kita jangan tanggung – tanggung dalam berdoa. Jika memohon dimasukkan surga oleh Allah, mintalah surga yang terbaik yaitu surga firdaus. Begitu juga dalam memohon kebaikan dalam kehidupan ini. Mohonlah untuk diberikan pekerjaan yang terbaik (sebutkan jika kita memiliki profesi impian), mohonlah pasangan hidup yang terbaik (sholih/ah, mendekatkan kepada Allah) dan lain – lain.

Maksud saya adalah pada saat berdoa, kita sedang memohon kepada Allah. Dia yang menggenggam langit dan bumi beserta isinya. Tidak ada yang mustahil dan sulit bagi-Nya. Allah Yang Maha Kaya, Allah Yang Maha Besar. Nah jika kita menyakini kebesaran serta kekuasaannya-Nya, lantas mengapa kita hanya menyampaikan doa – doa sederhana saja kepada-Nya? Mengapa kita tidak sekalian minta yang besar, banyak, dan detail kepada Allah? Padahal Allah sudah dengan jelas berfirman :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah : 186)

Perhatikan ayat diatas. Allah PASTI akan mengabulkan permohonan hamba – hamba-Nya. Benarkah? Iya. Selama kita menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta meyakini akan kebesaran-Nya. Lihatlah betapa Maha Pemurahnya Allah Azza wa Jalla. Lalu mengapa kita masih ragu ketika berdoa? Mengapa kita irit saat berdoa?

Sahabat, biasakanlah untuk berdoa sesuai ukuran-Nya. Perumpamaannya ketika belanja di supermarket, maka kita akan belanja sesuai dengan ukuran keranjang yang kita tenteng. Atau sebanyak ukuran kereta belanja yang kita dorong. Nah sekarang kita berdoa memohon kepada Allah yang mempunyai ‘keranjang’ pengabulan doa lebih besar dari jagat raya ini. Jadi buat apa kita hanya berdoa seukuran bumi atau malah seukuran pluto?

Semoga setelah membaca tulisan ini, kita semua merubah ukuran doa kita. Menjadikan diri kita gemar berdoa, semangat ketika bermunajat dan meyakini terkabulnya doa – doa kita. Saya menitip doa kepada para pembaca agar diri saya selalu diberi kesehatan, kasih sayang, serta keistiqomahan dalam menyampaikan kebaikan oleh Allah Jalla wa A’laa. Saya juga mendoakan kepada para pembaca semoga Allah angkat kesulitan – kesulitan hidup yang sedang anda alami. Wallahu a’lam bishowab

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP dan WhatsApp 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Bergabunglah menjadi donatur tetap #SedekahMakanSantri Penghafal Qur’an : https://adefahrizal24.wordpress.com/gerakan-sedekah-makansiangberkah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s