Islam dan Iman

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Islam itu adalah bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan dan berhaji di baitullah jika mampu. Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, Rasul-rasulnya, beriman kepada hari akhir serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk (HR Muslim)

Kata-Kata-MutiaraSahabat, seorang pembaca blog ini bertanya kepada saya via BBM, manakah yang lebih penting Islam atau iman?. Mendapatkan pertanyaan seperti ini, saya meminta kepada penanya agar saya diberikan waktu untuk mencari ilmu dari pertanyaan tersebut. Dan alhamdulillah beberapa hari kemudian saya menemukan jawabannya dari sebuah hadist beserta penjelasannya. Mari kita simak bersama..

Ada beberapa ulama salafus sholih berpendapat bahwasanya Islam itu adalah perkataan, sedangkan iman adalah perbuatannya. Sedangkan sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa keduanya ialah sama. Sebuah perkataan bijaksana dari Imam Nawawi patut kita renungkan bersama. Beliau berkata : “Al-Khaththaabi berkata: ‘Dan yang benar dari hal tersebut adalah menggabungkan antara keduanya, tidak membedakannya. Karena seorang Muslim terkadang disebut Mu’min pada sebagian keadaan, dan terkadang tidak bisa dikatakan Mu’min pada keadaan lainnya. Sedangkan seorang yang Mu’min adalah seorang yang Muslim pada setiap keadaannya. Maka setiap Mu’min adalah Muslim, namun tidaklah setiap Muslim itu adalah Mu’min. Dan pokok dari iman adalah pembenaran. Sedangkan pokok dari Islam adalah ketundukan. Terkadang seseorang terlihat sebagai orang yang tunduk (islam), namun tidak sejalan dengan hatinya. Dan terkadang pula benar dalam hatinya, namun tidak sejalan dengan perbuatannya.”

Maka dapat kita simpulkan bahwa tentunya seseorang akan berislam terlebih dahulu kemudian beriman. Dan keduanya adalah kombinasi sah untuk mendapatkan ridho dari Allah. Seorang ulama berkata : “Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam menjadikan Islam sebagai suatu nama yang tampak dari perbuatan, dan menjadikan iman sebagai sebuah nama dari bentuk perbuatan hati yang berupa keyakinan. Hal tersebut dikarenakan amal perbuatan bukanlah termasuk ke dalam Iman, dan pembenaran dalam hati bukan termasuk ke dalam Islam. Akan tetapi hal tersebut perlu perincian dalam setiap keadaan, karena terkadang Islam dan Iman itu maknanya satu yaitu agama.”

Jadi marilah kita berislam dan mengiringinya dengan iman. Ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya juga barus dibarengi dengan tindakan nyata, menjalan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Serta mengikuti sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam selama hayat masih dikandung badan. Jangan mengaku islam jika tidak pernah beribadah dan menjalankan sunnah. Semoga kita senantiasa dalam limpahan kasih sayang Allah Azza wa Jalla. Wallahu a’lam bishowab

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP dan WhatsApp 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s