Tentang Cinta

tentang-cintaInsya Allah tulisan saya kali ini akan menulis ulang tulisan dari seorang ‘alim yang Allah fahamkan ilmu agama pada dirinya, Ustadz Armen Halim Naro rohimahullah. Saya belum pernah bertemu beliau. Hanya sering membaca beberapa tulisannya saja. Ini adalah sebuah tulisan tentang cinta, mahabbah, love. Cinta, ibarat mempunyai dua sisi. Di sisi cinta yang pertama, ia akan membuat seseorang selalu dalam ketaatan. Karena mencintai kepada Yang Maha Memiliki Cinta, Allah Azza wa Jalla. Sedangkan di sisi cinta yang kedua, ia akan membuat seseorang mabuk cinta dalam kekufuran. Karena mencintai dunia dan makhluk yang fana. Sahabat, marilah kita nikmati tulisan tentang cinta…

Semua Cinta atas dasar kecintaan kepada Allah itulah cinta hakiki, semua cinta yang mengantarkan seseorang kepada taat kepada Allah itulah cinta yang sebenarnya. Karena cinta adalah kesucian, pengorbanan, keteguhan dalam memegang janji, keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah. Cinta adalah akad dan perjanjian…

Cinta adalah airnya kehidupan bahkan dia adalah rahasia kehidupan…

Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan…Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan…akan cerah kehidupan..akan menari hati…dan akan bersih qolbu….

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan…
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan…
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan…

Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya…

Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi….

Ketika cinta hampa dalam kehidupan maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.

Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.

Ketika cinta telah sirna…tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

Sumber: Dikutip dari buku “Buhul cinta” karya ustadz Armen Halim Naro Rahimahulloh

“Cinta ada bukan untuk melemahkan, tetapi memberikan kekuatan dan semangat hidup agar kita lebih fokus pada tujuan..”

via @adefahrizal

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s