Rebutlah Shaf Pertama!

shaf-okMiris. Suatu kejadian yang membuat saya merasa miris melihat kondisi umat Islam saat ini. Kejadiannya beberapa jam yang lalu. Saat saya setelah mengisi majelis ta’lim rutin pekanan @DarusySyabab di Masjid Al Ikhlas, Jalan Tubagus Ismail Depan, Bandung. Saat itu iqomah dikumandangkan, saya pun menyudahi doa saya [1] dan bergegas tepat dibelakang imam. Nah disamping kanan saya masih ada space kosong. Cukup untuk diisi satu orang jama’ah lagi. Namun apa yang terjadi? Tidak ada yang mengisi shaf kosong disamping saya. Padahal ini shaf terdepan dan berada di belakang imam. Bahkan hingga iqomah telah usai, belum ada satu orang jama’ah pun yang maju.

Saya mencoba menengok ke belakang, ada beberapa jama’ah di shaf kedua tepat dibelakang saya. Akhirnya saya memberikan aba – aba agar salah satu dari mereka maju. Tetapi justru mereka saling pandang – pandangan. Saling mempersilahkan untuk maju mengisi shaf pertama. Hingga akhirnya salah satu dari mereka maju. Entah dalam keadaan terpaksa atau tidak. Allahu Akbar, mengapa mereka melakukan semua ini? Tidakkah mereka mengetahui keutamaan shaf terdepan dalam sholat berjama’ah? Apakah ini salah satu tanda bahwa masih belum pahamnya ummat terhadap ilmu agama khususnya fiqih sholat?

Sahabat, saya akan coba mengupas tentang keutamaan shaf terdepan dalam sholat berjama’ah. Saya khususkan untuk jama’ah laki – laki. (Insya Allah nanti saya akan bahas juga tentang shaf wanita). Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya. (HR. Bukhari)

Hadist ini menjelaskan bahwa betapa mulianya shaf pertama. Bahkan jika memang harus diundi untuk mendapatkannya, maka diundilah. Namun shaf terdepan bisa kita raih asalkan kita datang ke masjid sebelum adzhan. Atau bersegera mengisi shaf terdepan jika masih memungkinkan ada yang kosong dan cukup. Ingat : CUKUP. Jangan memaksakan, yang bisa berakibat mendzholimi jama’ah di samping – sampingnya.

Lalu dalam hadist yang lain, diriwayatkan dari Al Barra’ bin ‘Adzib bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An Nasa’i)

Dalam hadist lain dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal” (HR. Ahmad)

Maka saya ingin bertanya, tidakkah kita ingin disholawati malaikat dan sholat bersama mereka? Sahabat, marilah kita rebut shaf pertama dalam tiap sholat berjama’ah. Ketika datang ke masjid dan melihat shaf depan masih ada yang kosong dan cukup, segera tag ambil posisi. Jangan menyia – nyiakan shaf pertama. Mungkin bagi sebagian orang ini hal sepele. Namun mereka menganggap seperti itu karena belum pahamnya akan ilmu agama. Semoga Allah selalu memberikan jalan bagi kita untuk senantiasa menuntut ilmu – ilmu-Nya yang Maha Luas. Wallahu a’lam  bishowab. Jikalau tulisan ini bermanfaat, mohon disebarluaskan. Jazakumullahu khoiron katsiron.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 7B578D8D / email adefahrizal@gmail.com

Ziyadatul Khoir menerima jasa les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

[1] Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad)

2 thoughts on “Rebutlah Shaf Pertama!

  1. Setau sy,org yg dblkg imam tepat adlh org mmpunyai kapasitas trtntu,sprt hfalan surat Quran yg baik,shg sewaktu imam lupa,mk dia dpt mngingatkn.
    Mgkn ats dasar ini,sbgian org mghndari shaf tpt dblkg imam.

    1. Lalu apakah dibiarkan kosong begitu saja?🙂 Sedikit koreksi, sebenarnya shaf yg saya tulis dalam tulisan ini tidak tepat dibelakang imam, rada samping dikit. Terima mas atas komentarnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s