Persepsi

Persepsi

Di suatu pagi yang cerah seekor induk elang membawa anaknya yang masih kecil terbang mengitari hutan. Anak elang duduk dipunggung induknya. Sang induk terbang rendah, sembari mencari mangsa untuk sarapan pagi. Ketika hendak memangsa, sang induk mengalami kecelakaan. Ia tertabrak sebuah ranting pohon cemara hingga terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Anak elang pun juga terjatuh ke tanah, terguling dan tak sadarkan diri juga. Ternyata jarak atuh mereka cukup jauh. Sang induk yang sadarkan diri terlebih dahulu dan dalam keadaan luka parah, langsung mencari anaknya. Namun apa daya, usahanya nihil. Ia tak berhasil menemukan anaknya. Akhirnya dengan perasaan yang amat sangat sedih, sang induk kembali pulang ke rumah ayam dengan isak tangis.

Lalu kemanakah anak elang? Ternyata anak elang diselamatkan oleh induk ayam. Ia diobati, diberi makan, dan dirawat di rumah ayam. Anak elang tak sadar bahwa ia sedang berada di lingkungan ayam. Ia pun tinggal dan hidup bersama ayam – ayam. Hingga akhirnya anak elang tumbuh dewasa dan besar. Badannya lebih besar dari induknya sendiri, dari  saudara – saudaranya, yang tidak lain adalah ayam semua. Anak elang merasa berbeda dengan yang ada disekitarnya. Hingga suatu ketika ia memanjat pohon, lalu mengepakkan sayapnnya. Ia merasa sesuatu yang  berbeda, ia merasa bisa terbang. Namun apa yang terjadi, saudara – saudaranya meneriaki dari bawah pohon, “Hei apa yang sedang kamu lakukan diatas sana? Kamu tidak bisa terbang, kita ini ayam! Ayo segera turun, nanti kamu bisa terjatuh”. Setiap hari kejadian ini terus berulang, hingga akhirnya sang elang tidak pernah terbang karena mempersepsikan dirinya ayam akibat celotehan saudara – saudaranya.

Sungguh tragis sekali nasib sang elang. Ia padahal seekor predator ulung dan sangat ditakuti, mampu terbang tinggi, memiliki cengkraman yang kuat dan kelebihan – kelebihan lainnya. Namun karena ia berada di lingkungan yang salah dan tidak mendukung, ia hanya menjadi seekor “ayam”. Nah apa yang saya ceritakan tentang elang dan ayam barusan, mungkin terjadi pula di diri kita sendiri.

Berapa banyak orang – orang yang menganggap dirinya biasa daripada yang menganggap luar biasa? Padahal setiap manusia telah diberikan “berlian diri” untuk menjadi luar biasa. Berapa banyak dari kita yang mempersepsikan diri : Saya tidak mungkin menjadi trainer?. Padahal ia dikaruniakan oleh Allah kemampuan public speaking diatas rata – rata.

Ya, ini semua adalah masalah persepi. Bagaimana kita mempersepsikan diri kita di hadapan diri sendiri dan orang lain. Sadarilah bahwa setiap diri kita telah dianugerahkan kelebihan dan kekurangan  masing – masing. Seorang manager memiliki kemampuan komunikasi dan mengelola perusahaan dengan baik. Namun ketika ia disuruh nyapu dan ngepel lantai, belum tentu ia mampu. Tapi jika seorang office boy yang nyapu dan ngepel laintai, terjamin hasilnya akan bersih. Namun bagaimana jika seorang office boy yang memimpin perusahaan?

Maka kita perlu sadari bahwa setiap manusia telah mempunyai perannya masing – masing. Dalam setiap perannya, persepsikan diri di kuadran positif. Jangan pernah membanding – bandingkan dengan peran orang lain. Bagaimana kita mempersepsikan diri kita maka akan mempengaruhi apa yang kita lakukan. Jika kita mempersepsikan diri kita adalah sampah, maka tindakan kita juga sampah. Tetapi jika kita mempersepsikan diri kita adalah emas, maka tindakan kita pun adalah emas. Sehingga berhati – hatilah dalam mempersepsikan diri. Bukankah Allah telah berfirman :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS At Tiin : 4)

Jadi tak pantas bagi siapapun (bahkan kita sendiri) untuk mempersepsikan diri kita negatif. Ketika kita melakukannya, maka kita telah mendurhakai Allah Yang Maha Menciptakan makhluk. Buatlah Allah bangga, bahwa kita selalu memberikan yang terbaik dalam hidup kita dengan segalanya yang telah Dia berikan…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

One thought on “Persepsi

  1. Ass wr wb.

    Apapun peran kita didunia ini tak lepas dari takdir ALLAH.
    Tetaplah berpikir positif agar dapat melakukan tindakan positif dan menghasilkan sesuatu yg positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s