Dari Warung Sate Untuk Indonesia

Dari Warung Sate Untuk Indonesia

Tulisan ini saya tulis setelah ngobrol dengan seorang teman saya disebuah warung sate di pinggir jalan Cawang, Jakarta pada malam hari. Sebut saja namanya Andi. Seorang lulusan dari salah satu PTN terbaik di Kota Bandung. Umurnya tidak terlalu jauh dengan saya. Kami terpaut sekitar 3 tahun, saya lebih muda tentunya, hehehe. Perkenalan kami terjadi saat saya mendampingi @kangrendy di kelas  bisnis “The Runners” chapter Jakarta. Lalu setelah itu kami menjadi lebih akrab. Hingga pada malam ini, Allah mendesain kami bertemu dan makan malam di warung sate.

Awalnya pembicaraan kami tentang materi bisnis yang disampaikan oleh @kangrendy di kelas bisnis. Namun lama – lama pembicaraan kami menjadi leih serius dan tidak terkait lagi dengan materi di kelas bisnis. Andi menceritakan pekerjaannya sebagai konsultan kelautan di Tanjung Priok, Jakarta. Bukan tentang apa yang dia kerjakan sebagai seorang konsultan, melainkan sisi lain dunia proyek kelautan di Indonesia. Menurut Andi, proyek di bidang kelautan saat ini sangat jauh dari kesan profesional. Mengapa? Karena praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) telah menghiasi keberjalanannya. Aktifitas suap – menyuap sudah menjadi hal biasa. Dengan dalih demi kelancaran dan kesuksesan proyek, mereka rela mengabaikan standar profesionalitas dan mementingkan diri mereka sendiri. Data – data dimanipulasi, kontraktor diberi uang tutup mulut, tenggat waktu proyek dimundur – mundurkan, dan berbagai macam praktik KKN lainnya. Itulah mengapa sering kita lihat dan dengar, beberapa proyek pembangunan di Indonesia hanya seumur jagung sudah rusak atau bahkan hancur. Semua itu terjadi karena pengerjaannya tidak profesional seperti yang diceritakan Andi.

Nah mendengar cerita Andi, saya lantas bertanya. Sudah separah inikah keadaan masyarakat kita? Apakah KKN memang sudah menjadi karakter bangsa kita dan warganya?. Bahkan kata Andi, gratifikasi seks pun juga ada. Masya Allah. Nyogoknya bukan pake uang lagi, tetapi juga wanita!. Miris, prihatin, marah, sedih perasaan saya campur aduk dalam hati. Ingin sebenarnya melakukan sesuatu untuk menghentikan dan mengubah budaya setan ini. Tetapi saya sadar, hal pertama yang harus saya lakukan adalah dari dalam diri sendiri. Berkomitmen untuk tidak melakukan praktik KKN atau sejenisnya adalah pondasi dasarnya. Kemudian ditularkan kepada keluarga, teman, dan orang – orang terdekat lainnya. “Absurd banget de solusi lu” | Silahkan jika ada yang berpendapat demikian, tidak masalah buat saya. Setidaknya saya berani melakukan something little for something  big. Kesadaran diri inilah yang lebih penting ketimbang meyadarkan orang lain melalui undang – undang atau aturan lainnya. Kesadaran bahwa kepentingan orang banyak jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS Ar Ra’du : 11)

Saya berdoa semoga suatu saat nanti, Indonesia dan masyarakatnya terbebas dari penyakit KKN. Penyakit ini telah membuat masyarakat menderita dan bangsa merana. Indonesia yang sebenarnya kaya menjadi terlihat miskin dan tak berdaya karena kelakuan sebagian masyarakatnya. Jadi mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah dari saat ini untuk mengakatakan TIDAK KKN!

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s