Cinta Versi Guru Tahsin

Cinta Versi Guru Tahsin

Dari judulnya saja mungkin sudah bisa membuat kita tersenyum sendiri. Atau malah ada yang bingung? Apaan tuh tahsin? Begitu mungkin dalam hati bertanya. Tahsin adalah kegiatan membaca Al Qur’an secara tartil. Atau memperhatikan panjang pendek harokat, hukum tajwidnya dan lain – lain. Sehingga kini tahsin menjadi salah satu jasa yang banyak ditawarkan oleh mereka yang ahli dalam bidang tahsin Qur’an. Nah beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah notes teman saya di akun Facebook-nya. Cinta Versi Guru Tahsin, begitulah judulnya. Ketika saya baca notes-nya, sangat menggelitik. Saya teringat dahulu ketika belajar tahsin di Balikpapan. Inilah “gombal” versi mereka yang belajar tahsin. Anggap santai saja ya, jangan terlalu serius. Gombalan melawan mainstream, hehehe. Selamat menikmati…

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paaaaaling panjang di antara yang lainnya.

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul-pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti mad thobi’I dalam quran, buaaanyak banget.

Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham bilaghunnah ya, cuma berdua seperti lam dan ro’.

Meski perhatianku ga terlihat kayak alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.

Kau dan aku seperti Idghom Mutaqooribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s