Jangan Marah Kepada-Nya

Jangan Marah Kepada-Nya

Bismillah. Sahabat, saya mohon maaf sudah lama tidak menulis lagi di blog ini. Padahal saya dahulu pernah berkomitmen untuk menulis satu artikel satu hari. Awalnya mudah dan semuanya berjalan sesuai harapan. Namun ternyata seiring keberjalanan waktu, komitmen itu mulai saya khianati sendiri. Astaghfirullah. Tapi jika boleh saya ingin mengungkapkan alasan saya mengapa bisa sampai demikian. Saat ini saya sedang mengalami fase yang saya namakan “Go Extra Miles”. Hari – hari saya kini nyaris hanya kosong di tengah malam – subuh. Selebihnya saya isi dengan ikhtiar langit dan bumi. Mimpi – mimpi yang sudah saya tulis dan akan saya realisasikan di tahun 2013 ini, telah membuat saya menjadi mesin yang harus terus menyala. Luar biasa, tanpa mimpi – mimpi yang telah saya tulis itu tidak mungkin saya bisa ada di titik ini. Inilah cara Allah ‘menggerakkan’ saya.

Pada kesempatan kali ini, saya sedang berada di Sentul City, Bogor. Saya sedang bersama guru saya Rendy Saputra / @kangrendy untuk belajar di Jakarta dan Bogor. Ketika menulis artikel ini, saya di kantor The Money Counselor Center milik Pak Samsul Arifin / @SamsulArifin. Ka Rendy sedang mengambil program belajar “Money Makeover” bersama Pak Samsul. Karena ini program khusus, jadi saya tidak diperkenankan ikut ke kelas. Tidak apa – apa, karena justru saya memiliki waktu luang untuk melakukan pekerjaan yang sangat saya sukai, menulis.

Sahabat, apa yang sedang sahabat hadapi saat ini? Mungkin akan ada berbagai macam jawaban. “Aku sedang berjuang melunasi hutang…”, “Aku berduka, ayahku meninggal…”, “Lagi jualan kue nih di kampus…”, dan banyak lagi keadaan yang sedang sahabat hadapi. Saya ingin mencoba mengajak sahabat berpikir sejenak. Yuk kita renungkan, apa makna dari setiap aktifitas atau keadaan yang sedang kita hadapi sekarang? Yang sedang terlilit hutang, kehilangan harta benda, atau ujian lainnya, apakah sahabat marah kepada Allah? Yang sedang diberi hadiah, baru saja menikah, atau nikmat lainnya, apakah sahabat bersyukur kepada Allah?

Belajarlah menghargai apa pun pemberian Allah ; pahit, manis, asin, asam atau pun hambar. Kecil atau besar. Banyak atau sedikit. Syukuri dan jangan pernah marah kepada-Nya. Allah Maha Tahu, Dia tau apa yang kita butuhkan untuk saat ini bahkan untuk masa yang akan datang. Sedangkan kita? Tebatas. Dimensi ruang dan penglihatan kita terbatas, sedangkan Allah Luas. Maka bentuklah mindset dalam pikiran bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah anugerah.  Bisa jadi (dan tidak mustahil) apa yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang menghantarkan kita pada mimpi – mimpi kita. Allah sedang mempersiapkan kita dengan cara-Nya, bukan dengan cara makhluk-Nya. Sehingga kadang tak masuk akal logika kita. Namun yakinlah bahwa semuanya akan berakhir indah. Bersabarlah, Insya Allah…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

4 thoughts on “Jangan Marah Kepada-Nya

  1. Tulisan yang mencerahkan. Sifat manusia yang selalu merasa tidak puas dan kurang itulah yang menyebabkan sempitnya pemikiran atas pemberian Allah. Semoga kita semua selalu diberikan cahaya olehNya.

    1. Asalamu’alaykum. Bagi saya sebagai seorang muslim, hanya Allah yang saya sembah dan taati. Baik itu dikala psikologis saya sedang baik atau tidak. Dikala emosi saya sedang naik atau turun. Karena hanya dengan mengingat-Nya hati akan menjadi tenang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s