Hikmah Dari Lapangan Bulutangkis

Hikmah Dari Lapangan Bulutangkis

Kejadian ini sudah cukup lama, sekitar bulan November 2012. Hari ahad sore seperti biasanya saya memiliki jadwal untuk menyalurkan hobi favorit saya, yaitu bermain bulutangkis. Bertempat di sebuah GOR bulutangkis di daerah Antapani  Bandung, saya bertemu dengan teman – teman sehobi. Alhamdulillah, momen ini saya jadikan juga sebagai ajang silaturahim. Semoga dicatat amal sholih oleh Allah, aamiin. Kala itu cukup banyak yang hadir, sehingga kami harus sabar mengantri giliran main. Nah sambil menunggu agar tidak jenuh, saya ngobrol dengan salah satu teman saya, sebut saja namanya Kang HS. Usianya tidak terpaut cukup jauh dari saya, saya lebih muda beliau lebih tua. Beliau sudah menikah, memiliki seorang istri dan baru saja di karuniai seorang putra (Semoga menjadi anak yang sholih, aamiin). Kami akrab di dalam maupun di luar lapangan. Di dalam lapangan, kami cocok jika bermain double. Sedangkan di luar lapangan, beliau adalah kakak tingkat saya di kampus D3 FMIPA UNPAD dulu.

Biasanya obrolan kami jika bertemu di dalam GOR tidak jauh dari bulutangkis. Tapi saat itu kontras, obrolan kami jauh dari olahraga tepokbulu. Kami membicarakan tentang kehidupan, yaitu tentang skenario – skenario Allah. Kang HS bercerita tentang proses beliau menuju pintu taubat. Waktu masih kuliah hingga memasuki dunia kerja, kehidupan beliau boleh dibilang sangat kelam. Beliau akrab dengan dunia malam ; minuman keras dan wanita. Hampir setiap malam beliau lakukan itu, dalam keadaan ada atau pun tidak ada uang. Beliau selalu berusaha bagaimana caranya agar syahwat-nya terpenuhi. Uang semesteran hingga gaji dari kantor beliau tilep untuk pemenuhan nafsunya. Tidak ada yang tau kelakuan beliau, orang tua apalagi. Hingga suatu ketika…

Di suatu malam setelah melakukan ‘kebiasaan’ beliau, musibah menimpa. Kecelakaan motor yang hebat di salah satu ruas jalan di kawasan Bandung Utara. Beliau terkapar tak berdaya. Tak ada yang membantu beliau saat itu, karena waktu yang sudah larut malam. Meringis di tepi jalan menahan rasa sakit dan luka – luka di beberapa bagian tubuh. Akhirnya ada orang yang meolong beliau, dibawalah ke rumah sakit terdekat. Musibah ini membuat beliau harus istirahat total karena banyak luka parah. Beliau tidak bisa beraktifitas, hanya berbaring diatas tempat tidur di rumahnya. Beliau tersadar, ternyata betapa lemahnya diri beliau. Raga yang dibangga – banggakan ternyata akhirnya tak berdaya. Momentum inilah menjadi titik balik beliau untuk bertaubat. Bahwa selama ini jauh dari Allah, tak taat pada-Nya. Momentum yang membuat diri beliau kini menjadi pribadi yang bahagia dan tenang berada di jalan yang lurus.

Tak lama dari musibah itu, beliau juga memutuskan untuk menikah. Ya menikah, sebagai solusi atas syahwatnya yang kelewat batas. Awalnya beliau tak yakin untuk menikah, melihat kondisi ruhiyah dan finansial yang sangat jauh dari kata pantas. Tetapi beliau tetap memutuskan maju untuk menikah agar terhindar dari dosa – dosa. Akhirnya beliau dipertemukan dengan seorang wanita yang bersedia menerima beliau lahir batin. Hingga kini beliau telah memiliki buah hati. Alhamdulillah.

Sahabat, dari obrolan di lapangan bulutangkis, saya mendapatkan ilmu yang luar biasa dari Kang HS. Bagaimana Allah membuat skenario untuk beliau yang menuntunnya menuju pintu taubat. Saya sangat terharu sekaligus takjub mendengarkan cerita beliau. Silahkan sahabat lihat, sebenarnya mengerikan jalan beliau mendapatkan hidayah-Nya. Yaitu sampai harus tertimpa kecelakaan kendaaran yang nyaris menghilangkan nyawa beliau. Maka pertanyaannya adalah apakah kita harus mengalami skenario seperti beliau juga untuk segera bertaubat, mendekat dan bersimpuh kepada Allah? Jika ditanyakan kepada saya, saya akan menjawab tidak. Lebih baik jangan sampai seperti itu. Mumpung masih sehat, apalagi masih muda, ayo kita bertaqwa kepada-Nya. Bagi yang masih berlumuran dosa, segeralah memohon ampun kepada Allah. Allah Maha Pengamnpun, ampunan-Nya sangat luas. Datanglah kepada-Nya sekarang juga, sebelum terlambat…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

4 thoughts on “Hikmah Dari Lapangan Bulutangkis

  1. Asslmkum…
    salam silaturahmi.
    Kang, suka main dimana?
    Mungkin kapan2 kita bisa bermain bareng, sambil Akang melatih kami. Kami yang suka maen kebanyakan dari D3 Mipa juga, dan biasanya suka main di daerah Antapani atau gak di daerah Arcamanik.

    1. asalamu’alaykum. Saya main di GOR Argo Suci (samping Itenas) dan GOR Buah Batu Regency. Silahkan jika ada umur dan kesempatan, saya dengan senang hati bersedia main bareng. Dulu memang mainnya di Antapani, tapi sudah pindah ke GOR yg saya sebutkan diatas. Wah kalo melatih saya belum pantes, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s