Mintalah Kepada – Nya Dengan Serius

Mintalah Kepada – Nya Dengan Serius

Buru – buru saya langsung pulang ke kosan setelah beres urusan saya tadi siang. Saya langsung menghidupkan PC dan menuju blog saya untuk menceritakan sebuah pengalaman yang tidak pernah akan saya lupakan. Inilah bukti Allah mendengar do’a – do’a hamba – Nya. Hingga detik ini saya menulis, saya masih merasa merinding dan kebingungan dengan kejadian yang terjadi ba’da dzuhur tadi. Mungkin sahabat semua bertanya, ada apakah gerangan? Maka saya akan jawab, Allah dan hidayah – Nya ada di dekat kita.

Seperti biasa di awal bulan, tadi pagi saya pergi ke beberapa bank untuk menabung. Ini adalah bagian dari ikhtiar saya untuk mempersiapkan diri menyambut masa depan. Ada tiga bank yang saya kunjungi, dua diantaranya adalah syariah. Dan salah satu dari dua bank tersebut adalah Baitul Maal wa Tanwil (BMT) Daarut Tauhid. Saya ke BMT sekitar jam 11 siang, setelah saya sebelumnya ke dua bank lainnya. Cukup sepi suasana di BMT siang itu, hanya satu dua orang nasabah yang sedang melakukan aktifitas di teller. Jadi saya hanya sekitar sepuluh menitan saja disana untuk menyelesaikan transaksi. Setelah beres dari BMT, saya memilih untuk makan siang sembari menunggu waktu sholat dzuhur tiba. Saya makan siang di sebuah warteg di samping masjid Daarut Tauhid (DT). Oh iya, lokasi BMT ini ada di sekitar lingkungan Pondok Pesantren DT.

Setelah makan siang, kira – kira 15 menit lagi waktu sholat dzuhur untuk wilayah Kota Bandung akan tiba. Sehingga saya memilih untuk langsung ke masjid, mengambil air wudhu, sholat sunnah dua rakaat tahiyatul masjid, lalu menunggu adzhan dzuhur dikumandangkan oleh muadzin. Singkat cerita, sholat dzuhur telah saya tunaikan bersama jama’ah lainnya. Saya memilih untuk tidak langsung meninggalkan masjid. Entah kenapa saya ingin berdo’a terlebih dahulu ke Allah. Sebuah do’a yang saya tiru dari guru saya @kangrendy. Yaitu, ada satu permohonan saya yang ingin saya sampaikan serius ke Allah. Sangat serius, bahkan saya menginginkan Allah langsung meng-ijabah do’a saya ini. Kurang lebih do’a saya seperti ini, “Ya Allah, pertemukanlah hamba dengan seseorang yang Engkau sayangi. Izinkan hamba berukhuwah dengan dirinya, menimba ilmu darinya, dan mencintainya karena-Mu”. Saya biasanya menutup mata dan mengangkat kedua tangan ketika berdoa.

Nah selepas memanjatkan do’a tersebut, menurunkan kedua tangan dan membuka mata, saya terkejut. Disamping saya (kanan dan kiri) ada dua santri tahfidz Al Qur’an DT yang sedang me-murojaah (mengevaluasi) hafalan Al Qur’an dari santri karya DT. Saya dapat mengetahui mereka santri tahfidz karena memakai jaket almamater santri tahfidz. Saya coba mendengarkan murojaah mereka. Hingga akhirnya santri disebelah kiri saya sedang lowong, tidak ada yang setoran hafalan ke beliau. Saya pun lantas menghampiri dan menyapa beliau. Kami berkenalan dan saling memperkenalkan diri. Nama beliau Dadan, awalnya saya memanggil dengan sebutan ustadz Dadan tetapi beliau tidak berkenan. Karena ternyata kami seumuran, sehingga saya memanggil beliau dengan Kang Dadan. Kami cerita banyak tentang masing – masing diri kami. Kang Dadan hafidz 30 juz Al Qur’an dan baru diwisuda oleh @aagym sekitar Oktober 2012.

Kesempatan emas ini tidak saya sia – siakan. Saya meminta Kang Dadan untuk me-murojaah hafalan Al Qur’an saya. Dengan senang hati beliau menyambut niat baik saya. Sekitar 15 menit saya di murojaah. Beliau menasihati saya tentang beberapa hal. Pertama adalah hukum tajwid izhar dan idgham saya masih sering lepas. Sehingga beliau menyarankan saya untuk mempelajari lagi hukum izhar dan idgham. Tanpa pikir panjang saya langsung meminta beliau menjadi mengajari saya. Dan lagi – lagi berliau bersedia, alhamdulillah. Kedua, beliau menyarankan saya untuk membaca terjemah Al Qur’an. Karena hal itu bisa memudahkan kita untuk menghafal Al Qur’an. Lalu yang terakhir beliau berpesan untuk sering – sering me-murojaah hafalan Al Qur’an agar selalu terjaga dan tidak lupa. Seperti sebelumnya, saya pun meminta beliau untuk menjadi guru murojaah hafalan Al Qur’an saya. Dan sudah bisa ditebak jawabannya, beliau mengamini permintaan saya. Kami membuat jadwal setiap hari rabu ba’da dzuhur di masjid DT saya akan setoran hafalan Al Qur’an kepada beliau. Lalu beliau juga memberikan saya nasihat – nasihat untuk selalu bersemangat menghafal Al Qur’an. Subhanallah…

Kira – kira hampir dua jam saya ngobrol dengan beliau, sangat tak terasa. Akhirnya kami berpisah, beliau harus kembali ke pondok dan saya memilih untuk pulang ke kos. Kami berpisah karena Allah dan insya Allah akan bertemu lagi rabu depan juga karena Allah. Sepajang perjalanan pulang saya terus berpikir, sepertinya Kang Dadan adalah jawaban dari do’a saya. Begitu cepatnya Allah mengabulkan do’a saya. Saya yakin Allah sangat sayang kepada beliau, hingga beliau mampu menjadi seorang hafidz Al Qur’an. Saya pun berukhuwah dengan beliau, setiap hari rabu (biidznillah) kami akan bertemu. Lalu saya juga akan senantiasa bisa menimba ilmu dari beliau, karena saya yakin beliau lebih paham agama daripada saya. Dan saya sangat cinta dan sayang kepada beliau karena beliau adalah orang – orang pilihan Allah untuk menjaga Al Qur’an.

Sahabat, simaklah dua firman Allah berikut ini :

Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.’‘ (QS Al Mukmin : 60)

Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS Al Baqaroh : 186)

Dua firman – Nya diatas dibuktikan dengan kejadian yang saya alami tadi siang. Banyak dari kita ternyata punya harapan, mimpi, keinginan tetapi tidak pernah disampaikan kepada Allah. Kalau pun disampaikan, kita tidak serius dan bersungguh – sungguh memohonnya. Perumpamaannya kita adalah seorang karyawan. Memiliki bos yang sebenarnya sangat baik, namun kita tidak tau karena tidak mengenalnya dengan dekat. Padahal jikalau kita menyampaikan permintaan kepada bos, bos bisa mengabulkan permintaan kita. Apalagi jika memintanya dengan kesungguhan dan kita adalah karyawan teladan, mungkin saat itu juga akan dikabulkan. Nah mungkin perumpamaan inilah yang bisa mewakili cerita saya diatas. Sudahkah kita meminta kepada – Nya? Sudahkah kita bersungguh – sungguh memintanya? Sudahkah kita taat kepada-Nya sehingga dengan cepat dia mengabulkan permintaan kita? Apa yang saya tulis ini merupakan bahan muhasabah diri baik untuk penulis maupun pembaca. Semoga bermanfaat…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s