Berjumpa Allah : Bahagia Atau Benci?

Berjumpa Allah : Bahagia Atau Benci?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Apabila hamba-Ku senang bertemu dengan Ku, maka Aku senang untuk bertemu dengan-Nya, apabila ia benci bertemu dengan-Ku, maka Aku benci bertemu dengannya.” (HR  Bukhari).

Sahabat, apa kabar keimanan kita hari ini? Apakah ia lebih baik dari hari kemarin? Ataukah malah lebih buruk dari  hari kemarin? Semoga Allah selalu memberikan limpahan rahmah dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sesungguhnya iman itu memang akan selalu naik dan turun. Tetapi sudah sepatutnya sebagai seorang muslim yang sholih kita senantiasa menjaga kualitas keimanan kita. Dengan melakukan ibadah – ibadah wajib dan sunnah secara konsisten. Serta memperbannyak berdzikir, mengingat kebesaran Allah Jalla wa A’laa.

Diawal tulisan, saya menuliskan sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari. Secara umum, tafsir dari kata pertemuan (bertemu) dalam hadist tersebut adalah kematian. Namun adakah dari kita yang menyukai kematian? Menurut saya sebagian besar tidak. Hanya orang – orang yang beriman dan bertakwa sajalah yang selalu siap dipertemukan dengan ajal. Karena hanya dengan cara itulah mereka akan bisa bertemu Robb-nya. Sedangkan orang – orang kafir dan fasik, pastilah takut jika ajal menghampiri mereka. Karena mereka sejatinya memang takut akan ajal disebabkan mereka tidak taat kepada Allah.

Tetapi ketika kata pertemuan (bertemu) tersebut kita khususkan, maka pertemuan kepada Allah adalah saat kita beribadah. Salah satu contohnya adalah sholat. Banyak ulama yang mengumpamakan sholat seperti sedang berdialog kepada Allah. Layaknya (misal) kita sedang bertemu dengan sahabat atau saudara kita. Nah pertanyaannya bagaimana perasaan kita ketika sholat? Bahagia ataukah benci? Ketika mendengar suara adzhan, bergegaskah kita mendatangi masjid atau malah menunda – nunda? Kehadiran kita sholat tepat waktu (dan berjama’ah di masjid) bisa dijadikan indikator  apakah kita bahagia atau tidak ketika berjumpa dengan Allah. Karena seolah – olah kita melihat Allah ketika sholat atau seakan – akan Allah yang melihat kita. Atau jangan – jangan kita sering berucap seperti ini ketika mendengar adzhan, “yah sudah adzhan lagi”, “aduh kerjaan masih banyak, ntar aja sholatnya”, dan sebagainya. Tidak hanya dalam sholat, tetapi juga dalam melakukan hal – hal ibadah dan kebaikan lainnya. Jika orang tersebut bahagia ingin berjumpa dengan Allah, dia selalu bersemangat dalam berlomba – lomba di pacuan kebaikan. Namun jika sebaliknya, dia akan asal – asalan bahkan malas untuk dalam beribadah dan berbuat baik.

Sahabat, berbahagialah ketika berjumpa dengan Allah. Maka Allah akan berbahagia juga ketika berjumpa dengan kita. Bayangkanlah, kenikmatan apa yang bisa menandingi ketika Pemilik Langit dan Dunia berserta isinya sayang kepada kita? Allahu Akbar. Saya selalu berusaha untuk terus memperbaiki diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan memperbaiki intensitas berbuat kebaikan. Semoga sahabat semua juga melakukan hal yang sama seperti saya. Agar Allah senang melihat kita, agar Allah sayang kepada kita. Insya Allah…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s