Pentingnya Ilmu Sebelum Amal

Pentingnya Ilmu Sebelum Amal

Sahabat, segala puji hanya bagi Allah yang telah hidup kita sedemikian rupa. Tiap waktu yang kita lewati, tiap kejadian yang kita hadapi adalah desain-Nya. Tentu sebagai seorang hamba Allah yang lemah, sudah sepantasnyalah kita selalu bersyukur atas segala takdir yang telah menghampiri kita. Apapun takdir yang Dia berikan (baik atau pun buruk) pastilah ada hikmah indah untuk kita. Namun dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang kita miliki, kadang kita tidak bisa langsung menemukan hikmah tersebut. Tetapi butuh waktu yang bisa jadi cukup panjang. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu berdoa memohon diberikan petunjuk-Nya ketika menemui takdir – takdir Allah.

Sore hari ini aktifitas saya dilalui dengan rapat evaluasi di kantor saya. Yang seharusnya saya pulang kerja jam 5 sore tetapi hari ini harus di-delay hingga jam setengah 6. Dikarenakan rapat evaluasi yang cukup panjang dan komperhensif bahasannya. Setelah selesai rapat tadinya saya ingin melanjutkan membaca buku Dalam Dekapan Ukhuwah karya ustadz @salimafillah. Namun melihat cuaca diluar hujan deras dan saya rasakan hawa di kantor cukup dingin, saya memutuskan untuk menyeduh secangkir kopi. Setelah itu saya duduk di ruang tengah kantor, tempat biasanya rekan – rekan kantor saya berdiskusi membahas pekerjaan. Kebetulan saat itu diruang tengah hanya ada teman saya seorang diri. Akhirnya saya menyapa teman saya tersebut (yang cukup paham dalam ilmu agama) kemudian kami berdiskusi.

Nah saya juga agak lupa bagaimana prosesnya, tak sadar kami membicarakan pentingnya seseorang dalam menuntut ilmu. Dalam kesempatan kali ini, ilmu yang kami maksudkan adalah ilmu agam (Islam). Jika tidak salah, kami bisa membicarakan hal ini dikarenakan keprihatinan kami melihat umat muslim saat ini yang sebagian besar beramal tanpa tau ilmunya. Ilmu yang bisa berarti dasar amal tersebut hingga ilmu balasan atau ganjaran ketika melakukan amal tersebut. Mengapa bisa terjadi demikian? Menurut kami, semua itu bisa terjadi disebabkan malasnya umat islam saat ini dalam mempelajari ilmu agama. Padahal agama ini mengharuskan para penganutnya untuk senantiasa mempelajari ilmu – ilmu agama. Agar amal yang dilakukan sah, sesuai tuntunan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salam, dan diganjar dengan kebaikan oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. al-Israa’: 36).

Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata, “Tidak akan diterima ucapan kecuali apabila dibarengi dengan amalan. Tidak akan diterima ucapan dan amalan kecuali jika dilandasi dengan niat. Dan tidak akan diterima ucapan, amalan, dan niat kecuali apabila bersesuaian dengan as-Sunnah.” (lihat al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil munkar karya Ibnu Taimiyah)

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” (HR Bukhari Muslim)

Sahabat, ilmu sebelum beramal itu sangatlah penting. Karena amalan jika berdasarkan ilmu (yang benar, bersumber dari Al Qur’an dan  Al Hadist) maka niscaya amal itu diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa dan mendapatkan ganjaran yang baik. Namun ketika kita beramal tanpa ilmu, atau berdasarkan ilmu tetapi tidak yang benar maka amal kita akan tertolak oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa dan tidak mendapatkan ganjaran kebaikan apa pun. Oleh karena itu ditulisan kali ini, saya mengajak kepada para sahabat semua untuk senantiasa menuntut ilmu agama untuk dijadikan dasar sebelum beramal. Karena amal tanpa ilmu adalah kebodohan dan ilmu tanpa amal adalah kemunafikan.

Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta’ala  adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam agama Islam (kitab Miftaahu Daaris Sa’aadah). Sedangkan orang – orang yang malas atau tidak ada keinginan untuk mempelajari ilmu agama, maka mereka akan terhalang atas kebaikan – kebaikan yang seharusnya menghampiri mereka. Mari sahabat, kita menuntut ilmu agama selama nafas masih berhembus. Tidak ada kata terlambat sebelum malaikat maut menjemput kita…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s