Day: December 13, 2012

Syair Tentang Surga

Sahabat, salah satu ulama yang banyak memberikan inspirasi dalam kehidupan saya adalah Syekh Ibnul Qoyyim Al – Jauziah. Ilmu beliau tentang agama sangatlah luar biasa. Ketika membaca biografinya, beliau sungguh dimudahkan oleh Allah dalam memahami ilmu karena kesholihannya dan ketaatannya kepada Allah. Saat ini saya sedang membaca dua kitab karangan beliau, yaitu Ad – Daa’ wa Ad – Dawaa’ serta Fawaidul Al Fawaid. Berikut akan saya sampaikan syair beliau tentang keindahan surga Allah. Semoga setelah membaca tulisan ini membuat diri kita semakin taqwa kepada Allah untuk meraih Surga-Nya..

ا خاطب الحور الحسان وطالبا لوصالهـن بـجنة الحيوان

Wahai peminang bidadari yang cantik jelita dan mencarinya, agar dapat bersanding dengan mereka di syurga negeri kehidupan
أسرع وحث السير جهدك انما مسراك هذا ساعة لزمان
Bergegaslah dan cepatlah berjalan dengan kesungguhanmu, lantaran waktu perjalananmu itu hanya sesaat dari zaman
هي جنة طابت وطاب نعيمها فنعيمها باق وليس بفان
Ialah syurga yang indah dan lezat kenikmatannya, dikarenakan kenikmatannya akan tetap ada dan tidak kehabisan
وبناؤها اللبنات من ذهب وأخرى فضة نوعان مختلفان
Bangunannya adalah batu bata yang terbuat dari emas, serta yang lain dari perak, dua jenis yang berbeda
سكانها أهل القيام مع الصيام وطيب الكلمات والاحسان
Penghuninya merupakan orang-orang ahli qiyam dan shiyam, serta yang baik tutur kata lagi gemar berbuat kebajikan
للعبد فيها خيمة من لؤلؤ قد جوفت هي صنعة الرحمن
Didalamnya seorang hamba memiliki kemah yang terbuat dari mutiara yang telah dilubangi, itu adalah ciptaan Ar-Rahman
أنهارها في غير أخدود جرت سبحان ممسكها عن الفيضان
Sungai-sungai mengalir, didalamnya tidak hanya satu parit, Maha Suci Dzat yang menahannya dari banjir
من تحتهم تجري كما شاءوا مفجــرة وما للنهر من نقصان
Dibawah merekalah ia mengalir sesuka hati mereka, yang terpancar deras serta tidaklah sungai itu memiliki kekurangan
ولقد أتى ذكر اللقاء لربنا الــرحمن في سور من القرآن
Dan sunggguh telah datang penyebutan tentang pertemuan dengan Rabb kita, Yang Maha Pengasih dalam surat-surat al-qur’an
أو ما سمعت منادي الايمان يخــبر عن منادي جنة الحيوان
Tidakkah engkau mendengar penyeru kepada keimanan, yang menceritakan akan ada penyeru di syurga negeri kehidupan?
يا أهلها لكم لدى الرحمن وعــد وهو منجزه لكم بضمان
“Wahai penghuni syurga, kalian mempunyai di sisi Ar-Rahman, sebuah janji, kini Dia kan menunaikannya kepada kalian sebagai jaminan
قالوا أما بيّضت أوجهنا كذا أعمالنا ثقلت في الميزان
Mereka menjawab;”Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami putih berseri, juga amalan-amalan baik telah Engkau beratkan dalam timbangan”
وكذاك قد أدخلتنا الجنات حيــن أجرتنا حقاً من النيران
“Begitu pula Engkau telah memasukkan kami kedalam syurga-syurga, kala Engkau benar-benar menyelamatkan kami dari api neraka”
فيقول عندي موعد قد آن أن أعطيكموه برحمتي وحناني
Maka Dia berfirman:”Aku memiliki suatu janji, telah tiba waktunya Aku memberikannya kepada kalian dengan rahmat dan kasih sayang-Ku”

فيرونه من بعد كشف حجاب ه جهرا روى ذا مسلم ببيان
Lantas, merekapun melihat-Nya dengan mata kepala, setelah Dia menyingkap hijabNya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Muslim dengan jelas
وإذ رآه المؤمنون نسوا الذي هم فيه مما نالت العينان
Dan apabila orang-orang mu’min memandang-Nya , lupalah apa yang mereka ada didalamnya dari segala apa yang pernah diraih oleh kedua mata
والله ما في هذه الدنيا ألذ من اشتياق العبد للرحمن
Demi Allah, tidaklah ada didalam dunia ini suatu yang lebih lezat, daripada kerinduan seorang hamba kepada Sang Ar-Rahman
وكذاك رؤية وجهه سبحانه هي أكمل اللذات للانسان
Begitu juga memandang wajah-Nya, Maha Suci Dia, itu merupakan kelezatan yang paling sempurna bagi seseorang
لله سوق قد أقامته الملائكة الكرام بكل ما احسان
Allah memiliki bazar yang didirikan oleh para malaikat yang mulia dengan segala bentuk kebaikan

فيها الذي والله لا عين رأت كلا ولا سمعت من اذنان
Didalamnya, demi Allah mata tidak pernah melihatnya sama sekali, dan tidak pula didengar oleh kedua telinga
كلا ولم يخطر على قلب امرئ فيكون عنه معبرا بلسان
Tidak sekali-kali, dan tidak pernah terlintas oleh hati seseorang, sehingga dia bisa mengungkapkannya dengan lisan
واها لذا السوق الذي من حله نال التهاني كلها بأمان
Dan itulah, orang yang memiliki bazar lalu menempatinya akan mendapatkan ucapan-ucapan selamat dengan aman sentosa
يدعى بسوق تعارف ما فيه من صخب ولا غش ولا أيمان
Dia dipanggil di bazar untuk saling mengenal, tidaklah didalamnya ada keributan, tidak pula kecurangan serta umbaran sumpah
هذا وخاتمة النعيم خلودهم ابدا بدار الخلد والرضوان
Inilah, dan akhir kenikmatan adalah keabadian mereka selama-lamanya didalam negeri keabadian dan keridhoan
يا رب ثبتنا على الايمان واجــعلنا هداة التائه الحيران
Wahai Rabb ku, teguhkanlah kami diatas keimanan dan jadikanlah kami pemberi petunjuk bagi orang yang sesat lagi kebingungan
وأعزنا بالحق وانصرنا به نصرا عزيزا أنت ذو السلطان
Dan muliakanlah kami dengan kebenaran serta tolonglah kami atasnya dengan pertolongan yang mulia, Engkau lah pemilik kekuasaan
وعلى رسولك أفضل الصلوات والتــسليم منك وأكمل الرضوان
Dan atas rosul-Mu seutama-utama sholawat dan salam dari-Mu serta keridhoan yang paling sempurna
وعلى صحابته جميعا والألى تبعوهم من بعد بالاحسان
Juga atas para sahabatnya keseluruhan serta orang-orang yang mengikuti mereka setelahnya dengan kebaikan

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Advertisements
Surat Cinta Dari Calon Imam Hidupmu

Surat Cinta Dari Calon Imam Hidupmu

Tulisan dibawah ini adalah surat cinta seorang sahabat saya yang baru saja menikah beberapa hari lalu. Surat ini ia buat sebelum menikah. Dan sekarang setelah menikah, surat itu ia bacakan untuk istrinya tercinta. Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi kita semua (terutama yang belum menikah). Inpirasi untuk memiliki cinta yang suci karena Allah, inspirasi untuk segera menyegerakan setengah agama bagi yang belum, dan inspirasi untuk selalu menegakkan syari’at islam. Insya Allah…

Assalamualaikum

Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat – ayat suci kepada anak – anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji. Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang. Cinta, izinkanlah aku nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki – laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.

Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.

Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Calon Imam hidupmu

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Keutamaan Sholat Sunnah Syuruq

Keutamaan Sholat Sunnah Syuruq

Seorang ikhwan bertanya kepada seorang Ustadz yang insya Allahu Ta’alaa memiliki kepahaman ilmu yang baik tentang Ad Din. Pertanyaan ikhwan tersebut adalah tentang Sholat Sunnah Syuruq. Berikut akan saya tuliskan pertanyaan dari ikhwan kepada Al Ustadz. Semoga setelah membaca tulisan ini, kita memiliki motivasi untuk melaksanakan sholat sunnah syuruq.

Bismillaah, assalamu ‘alaykum…afwan ustadz ana mau bertanya..

1. Apa derajat hadist dari hadist ini, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah ta’ala hingga terbit matahari, kemudian dia shalat dua rakaat,maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatakan pahalanya sempurna,sempurna dan sempurna (Hr. At tirmidzi)…

2. Dan Bolehkah ana melakukan shalat di waktu syuruq tetapi setelah shalat subuh berjamaah ana pulang sebentar trus kembali lagi ke masjid sampai matahari terbit? Rumah ana sekitar 10 meter dari masjid…syukron…

Jawaban:

Wa’alaykumussalam,

1. Hadits yang Anda tanyakan berbicara tentang sholat yang dilakukan pada waktu syuruqdan derajatnya hasan insya Allah ta’ala, sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah, no. 3403 dengan lafaz:

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah ta’ala hingga terbit matahari, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam mengatakan: Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]

Hadits di atas menunjukkan ganjaran sholat sunnah syuruq yang sangat besar dengan 4 syarat: 1) Sholat shubuh berjama’ah, 2) Dilakukan di masjid, 3) Duduk berdzikir kepada Allah ta’ala di masjid sampai matahari terbit, 4) Sholat dua raka’at.

2. Jika kepulangan Anda karena suatu hajat dan hanya dalam waktu yang singkat maka tidak mengapa insya Allah ta’ala.

Beberapa Faidah:

Faidah Pertama: Jika keluarnya seseorang dari masjid untuk suatu amalan yang lebih besar seperti menuntut ilmu maka itu lebih afdhal [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 12/115, no. 19008]

Faidah Kedua: Jika seseorang sholat di rumahnya karena udzur syar’i seperti sakit ataukhauf (takut), lalu ia melakukan amalan seperti dalam hadits di atas maka ia mendapatkan pahala yang sama insya Allah ta’ala. Hal ini juga berlaku bagi wanita, dan lebih afdhal sholatnya wanita di rumahnya [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 11/389]

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ ، أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka ditulis untuknya pahala yang biasa ia kerjakan ketika mukim lagi sehat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Musa radhiyallahu’anhu]

Faidah Ketiga: Waktu syuruq adalah setelah matahari terbit dan meninggi seukuran satu tombak. Dan jika seseorang luput darinya sholat sunnah fajar yang biasa ia kerjakan, hendaklah ia mengqodho’nya terlebih dahulu, baru kemudian sholat syuruq [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah, 14/204, no. 869]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com