Day: December 10, 2012

Nikmat Yang Paling Besar (oleh Syaikh Salih Al Maghamisi, Imam Masjid Quba’)

Nikmat Yang Paling Besar (oleh Syaikh Salih Al Maghamisi, Imam Masjid Quba’)

Bismillah. Allahu Jalla wa A’laa  memberikan kecukupan kepada hamba – hamba-Nya dalam bentuk nikmat yang bermacam – macam. Ada sebagian dari kita sadar akan karunia nikmat-Nya. Namun lebih banyak yang lupa bahkan kufur atas nikmat – nikmat-Nya. Sebuah taujih dari Syeikh Salih Al Maghamisi hafidzahulloh tentang nikmat yang paling besar dari Allah Jalla wa A’laa kepada kita pera pengikut Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam. Semoga kita termasuk hamba – hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat, kecil maupun besar, yang telah Ia berikan.

Apabila kita mengetahui, bahwasanya Allah subhanahu wa ta’aala mengharamkan surga bagi mereka yang kufur terhadapnya, maka dari itu kita tahu bahwa sebesar besar nikmat ialah 
Nikmat Islam.
Nikmat yang paling besar adalah nikmat Islam. 
Dan apabila Allah menginginkan bagi hambanya kebaikan, maka dia matikan dalam beragama Islam.
dan Nabi kita pernah berdoa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

dan Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam pun telah memberi tahu, bahwa tanda tanda fitnah akhir zaman yaitu orang yang malamnya muslim, dan paginya kafir. Atau paginya dia kafir, dan petangnya dia beriman.

Dan hari ini kita lihat di sekeliling kita berbagai perkara yang disebarkan  yang berbentuk syubhat* atau dalam bentuk syahwat**

Tidak diragukan lagi bahwa semua ini dapat menyebabkan seseorang itu berpaling dari agamanya. Tetapi Allah yang Maha Tinggi, apabila mencintai seseorang hamba maka akan diwafatkan dia di dalam Islam.

..dan setiap perkara yang ditarik dari kita pasti akan ada gantinya (dari Allah) kecuali agama (maka tiada gantinya)

dan Jika Allah mencintaimu, maka dia akan menetapkan kematianmu di dalam Islam…

Jadikanlah hatimu gembira tatkala engkau menyembah Allah

sebagian orang, apabila melakukan suatu perkara yang mubah atau makruh seperti menghadiri sesuatu pertandingan atau majelis keramaian dia merasa gembira karena menghadirinya.

Disini kita tidak ingin membicarakan tentang perihal suatu golongan. tetapi kita ingin mengambil faidah dari kegembiraan ini.

Bagaimana engkau tahu bahwasanya engkau (akan tetap) di atas Islam (ialah) apabila engkau merasa gembira tatkala engkau menaati Allah.

Jangan lakukan  ibadah itu semata mata untuk menyelesaikannya. Tetapi lakukanlah suatu ketaatan itu untuk mendekatkan diri kepada Allah

Allah tidak dimudharatkan oleh kemaksiatanmu. Tapi engkaulah yang binasa apabila engkau melakukan maksiat.

dan mati didalam keadaan Islam dalam keadaan bagaimanapun juga jaaaauh lebih baik dibandingkan mati dalam kekufuran.

Sebagaimana disebutkan dalam doa orang orang shalih,

اللهم اني أحبّك و إن كنت أعصيك
“Ya Allah, sesungguhnya aku mencintaimu walaupun aku bermaksiat kepadamu…”

dan seorang shahabat yang mulia, Amru bin al Ash tatkala hampir tiba waktu kematiannya berkata:

اللهم انّي لست برئ فاعتذر
“Ya Allah, aku bukanlah seorang yang lepas (dari dosa) maka aku memohon pengampunanmu..
و لا قويا فأنتصر
dan bukanlah aku orang yang kuat (dalam beribadah) maka aku memohon pertolonganmu..
لكن لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِال 
dan tiada bantuan dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah”

Apabila Allah telah menetapkan bagimu untuk shalat Subuh berjamaah, maka setelah engkau keluar dari masjid hadirkanlah rasa gembira bahwasanya Allah dengan rahmatnya telah membangunkanmu dari tempat tidurmu dan menyebabkan engkau berdiri di hadapannya dan membawa engkau bergerak menuju rumahnya (Masjid)

inilah yang kita harapkan. Mereka yang apabila Allah inginkan kebaikan maka mereka di tetapkan dan dimatikan  diatas agama. Dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi seorang hamba selain kegembiraannya terhadap Islam.

dan sebagaimana semua telah tahu, bahwa seorang hamba itu mestilah bersyukur kepada Allah karena menjadikannya seorang muslim.

Kita semua dengan rahmat Allah, dilahirkan muslim. yakni Allah memberi kita Islam tanpa kita memintanya.

…maka semoga Allah mengkaruniakan kepada kita Surga tatkala kita memintanya…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya dipertemukan oleh Allah dengan sebuah tulisan yang sangat indah nan menyejukkan hati. Tulisan yang cocok dibaca oleh para ikhwan dan akhwat yang sedang dilanda mabuk cinta. Tulisan ini merupakan nasihat bagi siapa saja yang membacanya. Semoga kita senantia menjaga izzah dan kesuciaan diri kita dari cinta yang terlarang. Sesungguhnya cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah. Tulisan ini saya copas dari sebuah web. Selamat membaca, semoga bermanfaat…

==========================================

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam…
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya…

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu…
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu…

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya…
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu…

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali –radhiyallahu ‘anhuma-??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan…
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah…

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan…kekuatan harapan…
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata …
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang ‘Cinta Dalam Diammu’  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam…

Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus ‘Cinta Dalam Diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat…

Biarkan ’Cinta Dalam Diammu’  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu…

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah…

” Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)

” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)

 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “  (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…

” Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya ” (Hadist)

 Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. “ (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia… tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup…

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan…
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati… tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?

“...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216) “

” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26) “

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Nya… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan… serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…

” Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ” (Umar bin Khattab)

==========================================

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 7B578D8D / email adefahrizal@gmail.com

Ziyadatul Khoir menerima jasa les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).