Bersabar Ketika Diuji

Bersabar Ketika Diuji

Sahabat, hidup itu memang warna – warni. Saya yakin, kita semua pasti mengalami suka duka, pahit manis, tawa tangis dalam hidup ini. Tak pernah ada seseorang dalam hidupnya selalu bahagia. Tak pernah ada seseorang dalam hidupnya selalu bersedih. Bahkan manusia paling sempurna yang pernah ada di muka bumi ini, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa salam, pernah merasakan bahagia dan juga sedih, tawa dan juga tangis. Mengapa bisa demikian? Karena manusia memiliki akal dan perasaan. Dengan akal manusia bisa menemukan sesuatu yang membuat dirinya senang. Dengan perasaan manusia bisa mengekspresikan kondisi dirinya. Manusia bukanlah malaikat, yang tidak memiliki akal dan perasaan. Ia hanya terprogram untuk taat kepada Allah. Sedangkan manusia selalu dihadapkan kepada dua jalan, yaitu taat atau ingkar kepada Allah.

Begitu juga dalam hidup, manusia akan bertemu dengan nikmat dan cobaan atau ujian. Kita sudah paham tentang nikmat, yaitu sesuatu karunia dari Allah yang akan menentramkan hati kita. Nikmat islam dan nikmat iman adalah dua nikmat terbesar bagi seorang muslim. Sedangkan nikmat sehat dan nikmat waktu luang adalah dua nikmat yang sering dilupakan manusia. Orang – orang yang selalu bersyukur dan berterima kasih atas nikmat dari Allah disebut ahli syukur. Sedangkan orang – orang yang mengingkari dan mendustakan atas nikmat dari Allah disebut ahli kufur. Dengan nikmat, seseorang akan senang. Namun dia bisa menjadi ahli syukur atau malah ahli kufur atas nikmat tersebut.

Lalu bagaimana dengan ujian? Fitrahnya tidak ada manusia yang ingin mendapatkan ujian atau cobaan, apalagi musibah. Namun Allah berlaku adil. Tak peduli kepada siapapun, Dia akan menimpakan ujian-Nya. Tak lain dan tak bukan, Dia ingin melihat siapa saja hamba – hamba-Nya yang baik amalnya. Karena dengan baiknya amal, maka seseorang akan mampu bertahan dalam menghadapi ujian. Salah satu bentuk amal tersebuat adalah bersabar. Sabar terbagi atas tiga cluster, yang pertama adalah bersabar dalam menjalankan perintah Allah. Yang kedua adalah bersabar menjauhi segala larangan Allah. Dan yang ketiga adalah bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah. Nah cluster ketiga inilah poin utama dari tulisan saya kali ini.

Sahabat, bersabarlah ketika menghadapi ujian dari-Nya. Demi Allah, Allah tidak akan memberikan ujian diluar kapasitas hamba-Nya. Malahan ujian tersebut akan meningkatkan kapasitas diri kita dalam menjalani hidup ini. Saya adalah yang merasakan hal itu. Beberapa waktu lalu saya seperti digempur oleh ujian yang bertubi – tubi. Saya sudah nyaris habis saat itu. Namun saya masih punya dua penyelamat kala itu, Allah dan bersabar. Hasilnya luar biasa, ternyata setiap ujian akan berakhir. Dan akhirnya lezat, saya makin merasa dekat ke Allah. Saya merasa Allah selalu hadir dan menjadi tujuan utama saya dalam setiap aktifitasnya. Hingga akhirnya hadir pertolongan – pertolongan serta kemudahan – kemudahan dari Allah setelah ujian tersebut, subhanallah. Mungkin inilah maksud dari hadist :

Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran” (HR Ahmad)

Ah betapa indahnya jika kita mau bersabar sedikit saja ketika menghadapi ujian. Tidak usah mengeluh, tidak perlu protes. Resep saya ketika mendapatkan ujian adalah gelar sajadah, sholat, do’a, taubat, lalu bersabarlah. Silahkan dicoba, Insya Allah…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s