Kenali Produkmu

Sahabat, sudah lama rasanya saya tidak menulis lagi tentang marketing. Nah insya Allah ditulisan saya kali ini saya akan mencoba menulis kembali tentang marketing. Sebelumnya saya ingin bertanya terlebih dahulu. Adakah dari sahabat yang sekarang sedang berbisnis? Selling something, entah itu jasa atau pun barang. Produksi sendiri ataupun reseller, tidak masalah. Yang terpenting ada transaksi disana, ada pertukaran antara uang dengan barang atau jasa. Insya Allah pasti ada dari sekian banyak pembaca blog saya. Saya pun saat ini juga sedang merintis bisnis di bidang kuliner dan reseller peralatan olahraga serta buku. Karena bagi saya, bisnis adalah kebutuhan hidup. Bukankah Rasulullah pernah mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki dari perdagangan? Nah perkataan beliau inilah yang saya jadikan prinsip saya mengapa harus berbisnis.

Oke saya akan masuk ke pembahasan utama. Sahabat, yang namanya jual beli (bisnis, dagang) berarti disana akan ada yang namanya uang dan produk. Kita akan lebih fokus di tulisan ini berbicara tentang produk. Produk bisa berupa jasa, seperti bisnis konsultan, trainer atau motivator, tutor les privat, penerjemah, dan lainnya. Dan produk juga bisa berupa barang, seperti makanan, buku, mainan, pakaian, dan lainnya. Produk merupakan sebab utama datangnya uang. Semakin tinggi value atau nilai tambah yang terdapat dalam produk tersebut, akan berbanding lurus dengan banyaknya “cring-cring” uang yang datang. Maka dari itu penting bagi kita sebagai seorang pebisnis untuk mengetahui secara spesifik dan detail apa – apa saja value yang terdapat dalam produk kita. Ini sangat penting! Karena ketika seorang pebisnis tidak tau apa value yang dimiliki produknya, maka akan susah untuk menawarkan dan menjualnya kepada khalayak ramai.

Saya akan ambil contoh. Beberapa minggu lalu teman saya menawarkan dagangannya kepada saya. Dia menjajakan keripik singkong buatannya sendiri. Seketika mental marketing saya keluar saat dia menawarkan keripiknya kepada saya. Saya tanya apa value atau something yang membuat keripiknya berbeda dengan keripik lainnya yang banyak beredar luas. Ternyata dia tidak bisa menjawab. Dia hanya mengatakan bahwa ini keripik singkong buatannya sendiri, enak, gurih dan cocok dijadikan cemilan. Sebenarnya saya bisa saja menolak tawarannya untuk membeli. Saya mungkin akan lebih memilih membeli keripik dengan brand yang lebih terkenal luas dan sudah saya ketahui rasanya. Namun saat itu saya melihatnya tidak dari segi bisnis, melainkan hubungan pertemanan saya dengan dirinya. Akhirnya saya beli satu bungkus seharga Rp12.000,-. Nah bagaimana jika dia menawarkan ke orang lain yang tidak dia kenal? Silahkan anda pikir sendiri.

Lalu contoh yang lain adalah kejadian hari sabtu kemarin. Saya menghadiri sebuah acara robotic competition di SMP Islam Salman Al Farisi Bandung. Acara tersebut tidak hanya diisi dengan kompetisi merakit robot oleh siswa – siswa SD – SMP se-Jabar. Namun juga dimeriahkan dengan bazaar kuliner dan pakaian. Saya berkeliling melihat – lihat beraneka ragam produk yang ditawarkan. Hingga akhirnya saya disapa oleh seseorang. Ternyata ia reseller salah satu produk minuman kesehatan. Dia memberikan saya sebuah brosur yang berisi penjelasan tentang produk minuman tersebut. Sambil saya baca, dia juga menjelaskan produknya. Yang luar biasanya, dia menjelaskan tanpa melihat brosur. Jadi seperti sudah sangat hapal dan mengenali dengan baik produk yang dia jual. Saya coba nge-test apakah dia tau value atau kelebihan produk yang dia jual dengan produk sejenis lainnya? Ternyata jawabannya diluar ekspektasi saya. Dia bisa jelaskan secara detail apa yang membuat produknya lebih baik dari produk – produk sejenis lainnya. Termasuk dia menjelaskan kandungan vitamin dan zat – zat berkhasiat lainnya yang lebih banyak terkandung dalam produk yang dia jual dibandingkan dengan produk lainnya. Nah akhirnya saya luluh juga, walaupun ketika itu saya tidak terlalu membutuhkan, namun mendengar penjelasan tentang value produknya, akhirnya saya membeli atas dasar kemampuannya bisa menyampaikan value produk kepada calon customer. Bukan karena hubungan pertemanan, lha wong saya saja tidak kenal dia sebelumnya.

Sahabat, dari apa yang saya sampaikan diatas, bahwa sangat jelas sebagai seorang pedagang kita harus tau dan kenal baik dengan produk yang kita jual. Terutama tau value apa yang dimiliki dari produk tersebut. Jangan sampai ketika orang lain menanyakan tentang value produk kita, kita tidak bisa menjawab. Hal ini bisa membuat calon customer tidak membeli produk kita. Bukan karena mereka tidak butuh, tapi karena mereka akan membeli produk sejenis dengan brand yang lebih terkenal, atau mencari yang lebih murah. Jadi buat sahabat yang saat ini sedang berbisnis, ayo dicek lagi produknya. Adakah value yang dimiliki? Adakah nilai tambah yang ditawarkan? Adakah yang membuat berbeda dibanding produk sejenis lainnya?. Percayalah sahabat, ketika kita sudah ketemu value dari produk kita, menjualnya akan mudah dan mendatangkan uang yang banyak. Good luck!

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s