Bermain Ular Tangga

Dua hari lalu, saya dan dua sahabat saya makan malam disebuah rumah makan di kawasan Jalan Sulanjana, Bandung. Rumah makan dengan hidangan utamanya adalah bebek dan sambalnya yang pedas. Mulai dari bebek goreng, bakar, gulai, hingga sambal hijau. Kami memilih makan malam disana karena sangat cocok dengan cuaca bandung kala itu, dingin karena hujan hampir seharian. Jadi kami mencari rumah makan yang menyajikan masakan dengan cita rasa pedas. Nah kira – kira setelah sholat isya kami pergi dan 10 menit kemudian tiba di rumah makan tersebut. Sesampainya disana, kami langsung memesan menu makan malam kami. Saya memilih bebek bakar, sedangkan dua sahabat saya memesan bebek goreng dan bebek sambal mangga. Konsep rumah makan ini cukup unik, karena diatas meja disediakan beberapa permainan tradisional. Sehingga sambil menunggu pesanan kami datang, kami pun mengisi waktu dengan bermain ular tangga.

Saya yakin pasti sahabat semua pernah main atau minimal tau permainan ular tangga. Sehingga saya pikir saya tidak perlu lagi menjelaskan bagaimana cara main ular tangga. Nah kami mulai permainan ular tangga, saya memilih bidak berwarna kuning. Sedangkang dua sahabat saya memilih bidak berwarna biru dan merah. Diawal permainan, saya ketinggalan cukup jauh. Ketika saya melempar dadu, angka yang keluar hanya 1 sampai 4 saja, tidak pernah lebih. Sedangkan dua sahabat saya melaju kencang. Bahkan sampai ada yang ‘naik tangga’. Permainan mulai seru ketika salah satu sahabat saya, dengan bidak merahnya, sudah berada di tingkatan paling atas. Artinya dia cukup membutuhkan beberapa langkah untuk memenangkan permainan. Riuh rendah suara kami ditengah para pengunjung lain yang sedang menikmati santap malam mereka. Kini giliran sahabat saya menjalankan bidak merahnya, dia mengocok dadu lalu dilempar. Ternyata angka 4, satu…dua…tiga…empat…Ular!!!, teriak kami bertiga. Ternyata sahabat saya yang sudah berada diatas angin kemenangan ini harus turun jauh, karena terkena ular. Padahal di atas kertas dia sudah unggul daripada kami. Karena jikalau angka 5 yang keluar, dia pasti menang.

Lalu kini kesempatan saya dan sahabat saya yang menjalan bidak biru untuk melaju menjadi pemenang. Wah sepertinya faktor luck sahabat saya ini lebih bagus. Dia terus melaju cepat dan ‘naik tangga’. Tidak berapa lama, dia sudah di tingkat paling atas. Sedangkan saya masih dua tingkat dibawah dia. Saya coba ikhlas melihat dia diatas. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan menang. Ketika giliran dia mengocok dadu, dilempar lalu keluar angka 4 lagi. Satu…dua…tiga…empat…dan Ular lagi!!! Ternyata dia bernasib sama dengan sahabat saya yang menjalankan bidak merah tadi. Harus turun jauh hingga beberapa tingkat, bahkan dibawah saya. Dan berarti kini saya, berada paling depan. Namun sayangnya permainan tidak kami lanjutkan lagi, karena makan malam yang sudah kami pesan sudah datang. Yah saya ikhlas saja tidak dilanjutkan walaupun saya sedang unggul. Yang penting kini saatnya bagi kami menyantap hidangan makan malam serba bebek.

Sahabat, saya mencoba mengambil beberapa  hikmah dari permainan iseng kami malam itu. Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Ketika kita melihat diri kita atau orang lain berada diatas (dari segi apa pun), tidak selamanya dia akan diatas terus. Mungkin analogi yang paling pas adalah hidup ini seperti roda. Kadang kita dibawah, suatu saat kita diatas. Dan itu tidak konstan, bisa berubah sesuai dengan ikhtiar kita dan izin dari Allah. Kemudian hikmah selanjutnya, ketika kita sudah berada diatas (sukses) kita tidak boleh sombong atau tinggi hati. Karena seperti roda tadi, bisa jadi tidak selamanya kita akan berada di kondisi diatas. Tiba – tiba berputar dan kita harus siap berada dibawah. Dan ketika kita berada dibawah, kita tidak boleh pesimis. Jika kita mau bersabar, ikhtiar, dan terus mendekat Allah, bisa saja keadaan kita berubah menjadi lebih baik. Dan kita harus siap untuk berada di kondisi diatas. Jadi setiap manusia punya roadlife-nya masing – masing. Kini semuanya kembali kepada diri kita masing – masing, mau kita gerakkan seperti apa roda kehidupan ini. Serta siapkan diri kita sebaik mungkin, karena kita tidak pernah tau kapan harus dibawah, tiba – tiba naik keatas, diatas, atau tiba – tiba harus jatuh hingga tersungkur.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s