Rezeki di Hari Sabtu

Hari sabtu kemarin boleh saya bilang menjadi salah satu hari yang penuh rezeki bagi saya. Kenapa? Bukan karena saya dapat banyak uang. Tetapi rezeki itu hadir dalam bentuk lain, karena rezeki tidak selalu identik dengan uang dan harta. Yang dari rezeki itu saya merasa mendapatkan petunjuk dari Allah. Dimulai dari Jum’at malamnya, tiba – tiba kondisi tubuh saya tidak enak. Seperti terasa demam dan kepala menjadi sakit. Memang hari Jum’at itu saya banyak melakukan aktifitas bahkan hingga malam harinya. Tapi biasanya baik – baik saja, entahlah kenapa hari itu saya menjadi merasa tidak fit. Akhirnya saya putuskan tidur lebih cepat pukul 23. 00 (biasanya jam 12 malam, hehehe). Beberapa kali saya terbangun dari tidur saya karena kondisi tubuh yang tidak sehat ini. Hingga akhirnya saya terbangun pkl 03.55 ketika saya lihat di HP, tepat 5 menit sebelum alarm saya bunyi. Saya pun lantas bangun, dan sangat bersyukur akhirnya bisa bangun sendiri sebelum alarm berbunyi.

Sekitar 15 menit kemudian adzhan subuh berkumandang. Saya pun bergegas menuju masjid untuk sholat berjama’ah. Selesai sholat, saya bertahan di masjid. Saya merasakan kondisi tubuh saya sudah baikan, tidak terasa lagi demam dan sakit kepala. Yaa Allah, apakah maksud diberikannya demam dan sakit kepala tadi malam agar saya lebih cepat tidur dan bangun sendiri sebelum adzhan subuh? Wallahu a’lam. Tapi jika itu benar, ah betapa baiknya Allah ini kepada saya. Setelah itu saya pulang dari masjid ke kosan. Sampai dikosan, saya laksanakan amalan – amalan rutin ba’da subuh. Kemudia setelah selesai, saya hidupkan TV. Wah ternyata tepat dengan acara Wisata hati ustadz @Yusuf_Mansyur di Antv. Saya pun menonton episode kali ini yang isinya santri – santri Darul Qur’an sedang berceramah. Subhanalllah, masih kecil – kecil tapi sudah jago berdakwah, hapal Qur’an dan hadist pula. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari menonton acara Wisata Hati episode kali ini. Dan inilah rezeki pertama saya.

Jam 6 pagi, biasanya jam segini rasa ngantuk menyerang saya. Tapi entah kenapa ketika itu mata ini seperti tidak mau terpejam, terus terjaga. Hingga akhirnya BB saya berbuni, ping!. Saya lihat, ternyata seorang teman saya nge-BBM. Saya layani chatting dari dia dan ternyata dia curhat tentang masalah yang sedang dia hadapi. Saya minta dia ceritakan semuanya sambil saya analisis masalahnya. Lalu saya coba beri dia motivasi dan saran. Alhamdulillah saat itu otak saya mungkin sedang berkerja optimal, sehingga saran – saran saya sangat diterima teman saya. Hampir 1 jam kami BBM-an, diakhiri dengan penuh hikmah. Saya pun didoakan teman saya karena membantu dia memberi saran dan menyemangatinya. Ah bersyukur banget didoain baik – baik seperti ini, kata saya. Lalu setelah selesai BBM-an, saya termenung sejenak. Saya berpikir bisa jadi Allah menjaga mata ini agar terus melek, karena ada orang yang lagi butuh saran dan orang itu akan datang ke saya. Coba kalau saya tidur lagi, pasti saya tidak bisa membantu teman saya dan tidak akan didoakannya. Yaa Robb, Maha Suci Engkau yang telah mengatur skenario ini semua. Dan inilah rezeki kedua saya.

Jam setengah 9 saya berangkat ke kantor untuk bekerja. Sebelum berangkat saya sempatkan sholat dhuhaa terlebih dahulu. Semoga jadi wasilah bagi diri ini dan penyemangat dalam menghadapi hari sabtu. Dan subhanallah ketika saya tiba di kantor, suasana kantor kali ini begitu ceria. Teman – teman semuanya seperti sedang dalam kondisi sangat bahagia. Subhanallah betapa indahnya. Dan inilah rezeki ketiga saya hari ini. Karena suasana yang penuh keakraban, tak terasa sudah hampir adzhan dzuhur. Saya lalu menuju masjid mungil di dekat kantor saya. Saya sholat bersama teman – teman kantor dan jama’ah lain. Selesai sholat, saya dipanggil oleh guru saya @kangrendy. “De, panggil semua direksi di kantor. Kita makan siang bareng di rumah makan padang depan kantor. Kakak yang bayarin”. Wah mendengar apa yang beliau katakan, insting manusiawi saya bekerja, tersenyum dan berkata. “Alhamdulillah makan siang gratis”, hehehe. Dan inilah rezeki saya selanjutnya.

Sahabat, jika saya ceritakan semuanya, pasti akan sangat panjang. Hari sabtu kemarin memang (menurut saya) banyak rezeki dan nikmat dari Allah. Walaupun rezeki itu tidak selalu hadir dalam bentuk uang, namun saya sangat bersyukur sekali. Mungkin saja jika rezeki hadir dalam bentuk uang kala itu, saya akan mempergunakan uang itu untuk hal yang tak bermanfaat. Namun ada satu hal yang paling penting. Sesungguhnya yang namanya rezeki dan juga nikmat dari Allah itu hadir setiap saat, setiap hari. Hanya saja diri kita yang kufur, mata hati yang tertutup, akal yang sedikit, menyebabkan kita tak tersadarkan akan karunia-Nya. Jadi sahabat, mari kita tata lagi diri ini. Jadilah pribadi yang pandai bersyukur atas segala nikmat-Nya sekecil apa pun. Segera bersihkan hati kita dengan mendekat kepada-Nya, agar mampu melihat petunjuk Illahi. Dan teruslah menjadi pembelajar ilmu – ilmu-Nya hingga akhir hayat.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

3 thoughts on “Rezeki di Hari Sabtu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s