Month: November 2012

Sehatkah Hati Kita?

Sahabat, pernahkah kita bertanya, apa kabar hati kita hari ini?. Sesuai dengan sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam, “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Segumpal daging inilah yang akan mencerminkan kepribadian kita sehari – hari. Ia ibarat pakaian dalam kehidupan. Untuk itulah perlu untuk selalu dibersihkan dan dijaga kesehatannya. Cara membersihkan hati diantaranya dengan beristighfar, muhasabah dan lain – lain. Insya Allah akan saya bahas di kesempatan berikutnya. Kali ini saya akan menulis tentang ciri – ciri hati yang sehat :

  1. Rasa gemetar pada tubuh dan rasa tenang pada kulit dan hati ketika mendengar Al-Qur’an, sebagaimana Allah berfirman:اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَا“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu Al-Qur’an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (QS. Az-Zumar: 23)
  2. Kekhusyu’an hati ketika berdzikir kepada Allah, sebagaimana Allah berfirman:أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadiid: 16)
  3. Mendengarkan kebenaran dan tunduk terhadapnya, sebagaimana Allah berfirman:وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati (kalbu) mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Hajj: 54)
  4. Selalu kembali bertobat kepada Allah, Sebagaimana Allah berfirman:مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ“Yaitu orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati (kalbu) yang bertaubat.” (QS. Qaaf: 33)
  5. Ketenangan dan kewibawaan, sebagaimana Allah berfirman:هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati (kalbu) orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4)
  6. Berdebarnya kalbu karena cinta kaum mukminin, sebagaimana Allah berfirman:وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)
  7. Selamatnya hati dari iri dan dengki, sebagaimana Allah berfirman:وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imraan: 103)

Sahabat, apabila hati kita sudah seperti apa yang saya sampaikah di atas, maka bersyukurlah dan teruslah untuk menjaga kesehatannya. Namun apabila hati kita masih jauh dari point – point di atas, maka segeralah beristighfar, memohon ampun kepada Allah dan meminta kepada-Nya untuk diberikan petunjuk agar hati kita segera sehat. Mari sahabat semua, kita jaga kesehatan hati kita mulai sekarang.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Indah Pada Waktunya : Benarkah?

Sahabat, beberapa waktu lalu saya pernah mendapatkan sebuah nasihat dari teman saya. Sangat indah nasihatnya dan ditutup dengan kata “….semua indah pada waktunya”. Wah saya sampai terharu membaca nasihat tersebut. Hingga akhirnya saya jadikan kata “…semua indah pada waktunya” di Personal Message BBM saya. Betul, kalimat ini sepertinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Karena banyak yang mengatakan maupun mengutipnya. Namun tiba – tiba “Ping!” BBM saya berbunyi. Ternyata seorang teman lama saya yang komunikasi diantara kami tetap terjalin dengan baik walau kami tinggal berbeda pulau. Lantas dia mengingatkan saya, bahwa kalimat “…semua indah pada waktunya” adalah kalimat yang diambil dari Injil. Astaghfirullah, saya kaget bukan kepalang. Walaupun saya belum tau apakah benar atau tidak apa yang dia katakan, saya langsung menghapus PM saya tersebut. Saya meminta maaf kepada dirinya dan mengucapkan terima kasih karena telah mengingatkan saya.

Setelah kejadian itu, saya mulai penasaran. Apakah benar bahwa kalimat tersebut dari Injil?. Awalnya saya ingin tanyakan kepada teman saya yang beragama nasrani, namun saya urungkan karena satu dan lain hal. Akhirnya saya memilih bertanya di Google. Dan muncullah sebuah link yang menurut saya sangat kuat untuk dijadikan referensi :

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkotbah 3:11)

Allahu Akbar, ternyata apa yang dikatakan teman saya benar adanya. Saya lantas beristighfar memohon ampun kepada Allah atas ketidaktahuan dan kebodohan saya. Sahabat, saya mengajak sahabat semua untuk tidak menggunakan kalimat itu lagi. Karena sebaik – baiknya perkataan adalah kalamullah, yang tercantum didalam Al Qur’an. Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masih banyak ayat – ayat dalam Al Qur’an yang lebih indah dan benar. Atau bisa juga kita ganti dengan “Bersabarlah, Kemenangan Itu Pasti ‘kan Tiba“. Semoga bermanfaat

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Kenali Produkmu

Sahabat, sudah lama rasanya saya tidak menulis lagi tentang marketing. Nah insya Allah ditulisan saya kali ini saya akan mencoba menulis kembali tentang marketing. Sebelumnya saya ingin bertanya terlebih dahulu. Adakah dari sahabat yang sekarang sedang berbisnis? Selling something, entah itu jasa atau pun barang. Produksi sendiri ataupun reseller, tidak masalah. Yang terpenting ada transaksi disana, ada pertukaran antara uang dengan barang atau jasa. Insya Allah pasti ada dari sekian banyak pembaca blog saya. Saya pun saat ini juga sedang merintis bisnis di bidang kuliner dan reseller peralatan olahraga serta buku. Karena bagi saya, bisnis adalah kebutuhan hidup. Bukankah Rasulullah pernah mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki dari perdagangan? Nah perkataan beliau inilah yang saya jadikan prinsip saya mengapa harus berbisnis.

Oke saya akan masuk ke pembahasan utama. Sahabat, yang namanya jual beli (bisnis, dagang) berarti disana akan ada yang namanya uang dan produk. Kita akan lebih fokus di tulisan ini berbicara tentang produk. Produk bisa berupa jasa, seperti bisnis konsultan, trainer atau motivator, tutor les privat, penerjemah, dan lainnya. Dan produk juga bisa berupa barang, seperti makanan, buku, mainan, pakaian, dan lainnya. Produk merupakan sebab utama datangnya uang. Semakin tinggi value atau nilai tambah yang terdapat dalam produk tersebut, akan berbanding lurus dengan banyaknya “cring-cring” uang yang datang. Maka dari itu penting bagi kita sebagai seorang pebisnis untuk mengetahui secara spesifik dan detail apa – apa saja value yang terdapat dalam produk kita. Ini sangat penting! Karena ketika seorang pebisnis tidak tau apa value yang dimiliki produknya, maka akan susah untuk menawarkan dan menjualnya kepada khalayak ramai.

Saya akan ambil contoh. Beberapa minggu lalu teman saya menawarkan dagangannya kepada saya. Dia menjajakan keripik singkong buatannya sendiri. Seketika mental marketing saya keluar saat dia menawarkan keripiknya kepada saya. Saya tanya apa value atau something yang membuat keripiknya berbeda dengan keripik lainnya yang banyak beredar luas. Ternyata dia tidak bisa menjawab. Dia hanya mengatakan bahwa ini keripik singkong buatannya sendiri, enak, gurih dan cocok dijadikan cemilan. Sebenarnya saya bisa saja menolak tawarannya untuk membeli. Saya mungkin akan lebih memilih membeli keripik dengan brand yang lebih terkenal luas dan sudah saya ketahui rasanya. Namun saat itu saya melihatnya tidak dari segi bisnis, melainkan hubungan pertemanan saya dengan dirinya. Akhirnya saya beli satu bungkus seharga Rp12.000,-. Nah bagaimana jika dia menawarkan ke orang lain yang tidak dia kenal? Silahkan anda pikir sendiri.

Lalu contoh yang lain adalah kejadian hari sabtu kemarin. Saya menghadiri sebuah acara robotic competition di SMP Islam Salman Al Farisi Bandung. Acara tersebut tidak hanya diisi dengan kompetisi merakit robot oleh siswa – siswa SD – SMP se-Jabar. Namun juga dimeriahkan dengan bazaar kuliner dan pakaian. Saya berkeliling melihat – lihat beraneka ragam produk yang ditawarkan. Hingga akhirnya saya disapa oleh seseorang. Ternyata ia reseller salah satu produk minuman kesehatan. Dia memberikan saya sebuah brosur yang berisi penjelasan tentang produk minuman tersebut. Sambil saya baca, dia juga menjelaskan produknya. Yang luar biasanya, dia menjelaskan tanpa melihat brosur. Jadi seperti sudah sangat hapal dan mengenali dengan baik produk yang dia jual. Saya coba nge-test apakah dia tau value atau kelebihan produk yang dia jual dengan produk sejenis lainnya? Ternyata jawabannya diluar ekspektasi saya. Dia bisa jelaskan secara detail apa yang membuat produknya lebih baik dari produk – produk sejenis lainnya. Termasuk dia menjelaskan kandungan vitamin dan zat – zat berkhasiat lainnya yang lebih banyak terkandung dalam produk yang dia jual dibandingkan dengan produk lainnya. Nah akhirnya saya luluh juga, walaupun ketika itu saya tidak terlalu membutuhkan, namun mendengar penjelasan tentang value produknya, akhirnya saya membeli atas dasar kemampuannya bisa menyampaikan value produk kepada calon customer. Bukan karena hubungan pertemanan, lha wong saya saja tidak kenal dia sebelumnya.

Sahabat, dari apa yang saya sampaikan diatas, bahwa sangat jelas sebagai seorang pedagang kita harus tau dan kenal baik dengan produk yang kita jual. Terutama tau value apa yang dimiliki dari produk tersebut. Jangan sampai ketika orang lain menanyakan tentang value produk kita, kita tidak bisa menjawab. Hal ini bisa membuat calon customer tidak membeli produk kita. Bukan karena mereka tidak butuh, tapi karena mereka akan membeli produk sejenis dengan brand yang lebih terkenal, atau mencari yang lebih murah. Jadi buat sahabat yang saat ini sedang berbisnis, ayo dicek lagi produknya. Adakah value yang dimiliki? Adakah nilai tambah yang ditawarkan? Adakah yang membuat berbeda dibanding produk sejenis lainnya?. Percayalah sahabat, ketika kita sudah ketemu value dari produk kita, menjualnya akan mudah dan mendatangkan uang yang banyak. Good luck!

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Belajar Dari Jam

Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”

“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”

“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.

“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kembali berkata, “Baiklah kalau begitu, sebagai penawaran terakhir, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Jika berdetak satu kali setiap detik, aku pasti sanggup!” Kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, yang juga setara dengan berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang setara pula dengan berdetak 3.600 kali dalam satu jam.

====================================================

Sahabat, kisah diatas memberikan kita sebuah pelajaran. Saya yakin setiap diri kita mempunyai mimpi yang besar. Bersyukurlah sahabat, itu tandanya kita adalah orang besar. Tidak ada yang salah dengan seseorang yang mempunyai mimpi besar. Karena memang Allah telah mengaruniakan potensi yang juga besar dalam diri kita untuk mewujudkannya. Namun sekarang kejadiannya adalah banyak dari diri kita mempunyai suatu mental block. Ternyata sadar atau tidak sadar, mimpi besar itulah yang bisa menjadi penghalang diri kita untuk mewujudkannya. Lho kok bisa?

Saya ambil contoh lagi. Misalnya kita akan memakan kue bronis dengan ukuran 5 meter persegi dalam jangka waktu seminggu. Nah apakah kita akan makan semuanya hap secara langsung dalam satu hari? Tentu tidak kan. Pasti kita akan membuat “potongan – potongan kecil”. Yang setiap potongan itu akan kita makan beberapa bagian setiap harinya sesuai dengan kemampuan kita. Hingga akhirnya “potongan – potongan kecil” tadi habis dalam waktu seminggu. Nah seperti kasus jam diatas tadi, awalnya dia harus berdetak 31.104.000 kali dalam setahun. Pastilah terlihat berat dan ia merasa tak mampu. Namun ternyata ketika dibuat dalam “potongan – potongan kecil” sesuai kemampuannya, yaitu berdetak setiap detik, maka akhirnya jam tersebut mampu berdetak sebanyak 31.104.000 dalam waktu setahun.

Jadi jika kita mempunyai big dreams, partisilah mimpi- mimpi besar itu ke dalam “potongan – potongan kecil” sesuai dengan kapasitas diri kita. Lalu kerjakanlah “potongan – potongan kecil” tersebut secara konsisten dan kontinu. Maka kejadiannya bisa seperti jam tadi, kita mampu mewujudkan big dreams  kita!. Tidak ada yang mustahil selama kita berpikir positif dan mau melakukan apa pun untuk mewujudkannya. Apalagi jika dalam proses mewujudkannya tersebut diiringi dengan mendekat ke Allah, sholat wajib, tahajjud, dhuhaa, sedekah…CAKEP!. Tinggal menunggu waktu saja, insya Allah mimpi – mimpi besar kita bisa terwujud. Aamiin…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Pemimpin dan Ulama

Kejadian ini tadi pagi, selepas ba’da sholat subuh. Seperti biasa di ahad pagi, Kyai Haji Abdullah Gymnastiar (@aagym) atau yang sering disapa Aa Gym mengisi kajian kuliah subuh di Masjid Daarut Tauhid (@daaruttauhid) di Gegerkalong girang, Bandung. Namun kali ini, Aa Gym tidak sendirian. Beliau kedatangan tamu spesial, yaitu Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan atau yang lebih dikenal dengan Kang Aher. Seorang sosok pemimpin yang sederhana dan agamis. Alhamdulillah Allah pertemukan dua makhluk-Nya ini di sebuah masjid. Semoga Allah merahmati beliau – beliau. Dua orang inilah juga yang menjadi inspirasi bagi saya. Buat saya, Aa Gym adalah inspirasi saya dalam belajar agama Islam, dakwah, dan berbisnis dengan cara yang syar’i. Sedangkan Kang Aher adalah inspirasi saya bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin dalam islam. Amanah, bersih, dan juga agamis. Berikut akan saya tulis cuplikan percakapan antara Aa Gym dan Kang Aher di kuliah subuh tadi :

Ini adalah sepenggalan singkat dialog saya berma AA Gym pada saat Ceramah Subuh on air MQ fm di Mesjid Daarut Tauhid Bandung tadi pagi.

Agym : “Pak Gub lahir 66?”

Aher : “Iya, 46 tahun sekarang”

Agym : “oo, lebih muda. Saya 62 pak. Jadi panggil saya kakak ya. Kepikiran waktu kecil jadi Gubernur Pak?”

Aher : “Nggak. Sama sekali nggak.”

Agym : “Sama saya juga nggak kepikiran jadi kyai. Tapi Allah yang mengatur, sehingga sebagai apapun dan dimanapun semoga kehadiran kita membawa manfaat. Apa yang Bapak cita-citakan untuk Jabar?”

Aher : “Saya ingin 5 hal saja: Sehat, Terdidik, Berdaya Saing, Taat pada Tuhan, dan kelima..”

Agym : “Iya, yg terakhir?”

Aher : “terakhir,.. Masuk surga sama-sama.”

Agym : “Amiin, amiinn. Berarti berapa juta pak yang mau diajak masuk surga bareng-bareng?”

Aher : “44,5 juta penduduk.”

Agym : “Berhubungan dengan PILKADAL (Pemilihan Kepala Daerah Langsung), Bapak katanya mau maju lagi, bukannya capek Pak?”

Aher : “Betul, dilihat dari segi itu memang sangat melelahkan. Tapi seperti yang tadi saya katakan, insyaallah ada maslahat lebih besar yang dapat kita upayakan. Agama itu akan lebih tegak dengan kekuasaan. Kata Ustman, innallaaha laa yazza’u bish shulthaan, maa laa yazza’u bil qur’an, Sungguh akan selesai dengan kekuasaan, apa-apa yang tidak selesai dengan Al Qur’an tanpa kekuasaan. Jadi dengan begitu, insyaallah kita bisa menebarkan kebaikan lebih masif dan meluas, insyaallah.

“Agym : “Pak,ini mah bercanda aja yah. Katanya ini mah. Pilkadal sekarang banyak tukang obat. Jadi yang milih teh gimana penyakit weh cenah. Kalau yang sakit kepala, milih bodrex. Nu lalungse., leuleus wae milih kuku bima. Nah, yang sakit perut pilih Promag ya? Tapi da saya mah ini memang rada maag nih Pak Gub, jadi udah jelas lah pilihan saya. Hadirin mah terserah penyakit masing-masing ya.”

Aher dan jama’ah : *tertawa*

*Ceramah Pagi, Mesjid Daarut Tauhid Bandung (25/11)

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Bermain Ular Tangga

Dua hari lalu, saya dan dua sahabat saya makan malam disebuah rumah makan di kawasan Jalan Sulanjana, Bandung. Rumah makan dengan hidangan utamanya adalah bebek dan sambalnya yang pedas. Mulai dari bebek goreng, bakar, gulai, hingga sambal hijau. Kami memilih makan malam disana karena sangat cocok dengan cuaca bandung kala itu, dingin karena hujan hampir seharian. Jadi kami mencari rumah makan yang menyajikan masakan dengan cita rasa pedas. Nah kira – kira setelah sholat isya kami pergi dan 10 menit kemudian tiba di rumah makan tersebut. Sesampainya disana, kami langsung memesan menu makan malam kami. Saya memilih bebek bakar, sedangkan dua sahabat saya memesan bebek goreng dan bebek sambal mangga. Konsep rumah makan ini cukup unik, karena diatas meja disediakan beberapa permainan tradisional. Sehingga sambil menunggu pesanan kami datang, kami pun mengisi waktu dengan bermain ular tangga.

Saya yakin pasti sahabat semua pernah main atau minimal tau permainan ular tangga. Sehingga saya pikir saya tidak perlu lagi menjelaskan bagaimana cara main ular tangga. Nah kami mulai permainan ular tangga, saya memilih bidak berwarna kuning. Sedangkang dua sahabat saya memilih bidak berwarna biru dan merah. Diawal permainan, saya ketinggalan cukup jauh. Ketika saya melempar dadu, angka yang keluar hanya 1 sampai 4 saja, tidak pernah lebih. Sedangkan dua sahabat saya melaju kencang. Bahkan sampai ada yang ‘naik tangga’. Permainan mulai seru ketika salah satu sahabat saya, dengan bidak merahnya, sudah berada di tingkatan paling atas. Artinya dia cukup membutuhkan beberapa langkah untuk memenangkan permainan. Riuh rendah suara kami ditengah para pengunjung lain yang sedang menikmati santap malam mereka. Kini giliran sahabat saya menjalankan bidak merahnya, dia mengocok dadu lalu dilempar. Ternyata angka 4, satu…dua…tiga…empat…Ular!!!, teriak kami bertiga. Ternyata sahabat saya yang sudah berada diatas angin kemenangan ini harus turun jauh, karena terkena ular. Padahal di atas kertas dia sudah unggul daripada kami. Karena jikalau angka 5 yang keluar, dia pasti menang.

Lalu kini kesempatan saya dan sahabat saya yang menjalan bidak biru untuk melaju menjadi pemenang. Wah sepertinya faktor luck sahabat saya ini lebih bagus. Dia terus melaju cepat dan ‘naik tangga’. Tidak berapa lama, dia sudah di tingkat paling atas. Sedangkan saya masih dua tingkat dibawah dia. Saya coba ikhlas melihat dia diatas. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan menang. Ketika giliran dia mengocok dadu, dilempar lalu keluar angka 4 lagi. Satu…dua…tiga…empat…dan Ular lagi!!! Ternyata dia bernasib sama dengan sahabat saya yang menjalankan bidak merah tadi. Harus turun jauh hingga beberapa tingkat, bahkan dibawah saya. Dan berarti kini saya, berada paling depan. Namun sayangnya permainan tidak kami lanjutkan lagi, karena makan malam yang sudah kami pesan sudah datang. Yah saya ikhlas saja tidak dilanjutkan walaupun saya sedang unggul. Yang penting kini saatnya bagi kami menyantap hidangan makan malam serba bebek.

Sahabat, saya mencoba mengambil beberapa  hikmah dari permainan iseng kami malam itu. Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Ketika kita melihat diri kita atau orang lain berada diatas (dari segi apa pun), tidak selamanya dia akan diatas terus. Mungkin analogi yang paling pas adalah hidup ini seperti roda. Kadang kita dibawah, suatu saat kita diatas. Dan itu tidak konstan, bisa berubah sesuai dengan ikhtiar kita dan izin dari Allah. Kemudian hikmah selanjutnya, ketika kita sudah berada diatas (sukses) kita tidak boleh sombong atau tinggi hati. Karena seperti roda tadi, bisa jadi tidak selamanya kita akan berada di kondisi diatas. Tiba – tiba berputar dan kita harus siap berada dibawah. Dan ketika kita berada dibawah, kita tidak boleh pesimis. Jika kita mau bersabar, ikhtiar, dan terus mendekat Allah, bisa saja keadaan kita berubah menjadi lebih baik. Dan kita harus siap untuk berada di kondisi diatas. Jadi setiap manusia punya roadlife-nya masing – masing. Kini semuanya kembali kepada diri kita masing – masing, mau kita gerakkan seperti apa roda kehidupan ini. Serta siapkan diri kita sebaik mungkin, karena kita tidak pernah tau kapan harus dibawah, tiba – tiba naik keatas, diatas, atau tiba – tiba harus jatuh hingga tersungkur.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Nasihat Dari Hati ke Hati tentang Hati

Bismillah. Sahabat, saya memohon maaf karena sudah beberapa hari ini tidak menulis di blog ini. Hari kamis lalu (14/11) saya ke Balikpapan untuk kegiatan dakwah. Insya Allah nanti akan saya tulis juga tentang perjalanan saya yang sangat luar biasa ke Balikpapan kemarin, doakan ya. Nah di tulisan kali ini saya akan membagi sesuatu. Untaian nasihat yang sangat indah dari Syekh Ibnul Qoyyim Al Jauziah. Nasihat – nasihat ini saya temukan disebuah website. Di kala istirahat kantor, setelah makan siang saya isi waktu dengan membuka beberapa website. Hingga Allah mempertemukan saya dengan untaian nasihat dari Syekh Ibnul Qoyyim Al Jauziah berikut ini :

  • Tidaklah seseorang dihukum dengan hukuman yang lebih berat dibandingkan dengan kerasnya hati dan jauhnya dari Allah.
  • Neraka telah diciptakan untuk mencairkan hati-hati yang keras.
  • Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.
  • Jika hati mengeras, keringlah air mata.
  • Kerasnya hati disebabkan oleh empat hal jika engkau melampaui batas yang dibutuhkan (yaitu); makan, tidur, berbicara dan pergaulan. Sebagaimana badan jika sakit tidak akan bermanfaat padanya makanan dan minuman, maka demikian pula hati jika sakit karena syahwat tidak akan manjur padanya berbagai nasihat.
  • Barangsiapa menghendaki kejernihan hatinya, hendaknya dia melebih utamakan Allah atas syahwatnya.
  • Hati-hati yang terikat dengan syahwat, berarti tertutup dari Allah sesuai dengan keterikatannya dengan syahwat.
  • Kehancuran hati disebabkan karena merasa aman (dari siksaan Allah -pent) dan kelalaian. Sedangkan kemakmuran hati disebabkan oleh rasa takut dan selalu ingat.
  • Kerinduan kepada Allah dan perjumpaan dengan-Nya adalah angin segar yang bertiup kepada hati yang akan mendinginkan darinya panasnya dunia.
  • Barangsiapa menempatkan hatinya disi Rabbnya niscaya akan tenang dan tenteram. Barangsiapa membebaskan hatinya pada manusia, niscaya dia akan kebingungan dan akan semakin tegang (stress).
  • Kecintaan kepada Allah tidak akan masuk ke dalam hati yang padanya terdapat kecintaan terhadap dunia kecuali sebagaimana onta masuk ke dalam lubang jarum.
  • Jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya Dia akan memilihnya untuk Diri-Nya, memilihnya untuk mencintai-Nya, memilihnya untuk beribadah kepada-Nya, sehingga Dia akan menyibukkan pikirannya dengan-Nya, menyibukkan lisannya untuk berdzikir kepada-Nya, dan menyibukkan anggota tubuhnya untuk mengabdi kepada-Nya.
  • Hati bisa sakit sebagaimana badan bisa sakit. Dan obat hati ada pada taubat dan perlindungan diri. Hati juga bisa kotor sebagaimana cermin bisa kotor. Dan mengkilapnya hati adalah dengan dzikir. Hati bisa telanjang sebagaimana tubuh juga bisa telanjang. Dan perhiasan hati adalah ketakwaan. Hati juga bisa lapar dan haus sebagaimana halnya badan. Dan makanan dan minuman hati adalah ma’rifah (pengetahuan tentang Allah), mahabbah (kecintaan terhadap Allah), tawakal, senantiasa kembali dan mengabdi hanya kepada Allah.

[Sumber: al-Fawaid 146-147, diterjemahkan dari al-Majmu’ul Qayyim min Kalam Ibnul Qayyim 110-111]

Sahabat, betapa indahnya nasihat dari beliau tentang hati. Sesungguhnya bersihnya hati seseorang, akan tercermin melalui sikap dan lisannya. Namun bukanlah perkara yang mudah untuk menjaga hati. Cobaannya sangat berat, hadir dalam wujud yang bermacam – macam. Bisa dalam bentuk manusia, harta, godaaan syaithon, dan lain – lain. Tapi tidaklah mustahil untuk menjadikan hati kita sebagai qolbun salim (hati yang selamat, sehat). Jika kita sudah memiliki pondasi tauhid yang kuat, insya Allah kita bisa menghadirkan hati yang selamat.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Do’a Nabi di Pagi Hari

doa ba'da subuh

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad. Salah satu kesempurnaan iman yang disampaikan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassallam adalah diberikan tuntunan kepada ummatnya berupa doa yang shohih. Banyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassallam serta yang tertulis dalam kitabullah Al Qur’an. Diantaranya banyak doa tersebut, saya menemukan sebuah doa yang sangat indah. Sebuah doa yang sangat indah, memiliki makna yang sangat dalam dan kompleks. Doa tersebut adalah seperti yang saya taruh diawal tulisan ini : Allahumma inni asluka ‘ilman naafi’an, wa riqzon thoyyiban, wa’amalan mutaobbalan. Doa ini Rasulllah Sholallahu ‘alaihi wassallam baca ketika ba’da sholat subuh, sebagaimana hadits berikut :

Salah satu doa Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yang senantiasa beliau panjatkan setiap pagi hari, seusai shalat subuh adalah :

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).

Saudaraku seiman, betapa indahnya do’a yang diajarkan Rasulullah. Lihatlah struktur do’anya, meliputi aspek – aspek fundamental dalam hidup kita ; ilmu, rezeki, dan amal. Ketiga aspek tersebut memiliki keutamaan baik untuk diri kita sendiri, orang lain, dan kepada Allah. Artinya hubungan kita kepada manusia (habluminannas) dan hubungan kita kepada Allah (habluminallah) terpenuhi dalam do’a ini. Ilmu, merupakan harta mulia bagi seorang muslim. Maka sebaik – baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. Rezeki, denganya seorang muslim akan bisa menunaikan kebutuhan hidupnya. Dan seutama – utamanya rezeki adalah yang baik. Serta amal, adalah bentuk kewajiban seorang muslim kepada Allah Ta’alaa yang hasil dari amal tersebut akan dia dapatkan di hari kelak. Maka seindah – indahnya amal adalah amal yang diterima oleh Allah Ta’alaa. Jadi tunggu apalagi, segeralah amalkan do’a tersebut selepas menunaikan sholat subuh. Semoga Allah kabulkan do’a – do’a kita, aamiin.

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Keutamaan Membaca Surah Al Mulk

al-mulk

Bismillah walhamdulillah. Allahumma sholli wassallim ‘alaa Muhammad. Ketika saya bertanya kepada beberapa orang, apakah surat favorit anda dalam Al Qur’an? Jawaban mayoritas adalah Yaasiin, Ar Rahmaan, dan Al Waqiah. Untuk surah Yaasiin alasannya karena dibaca setiap malam Jum’at, tetapi ketika ditanya apakah ada dalilnya? Mereka tidak tahu dan hanya menyatakan bahwa itu adalah tradisi warisan orang tua. Padahal surah yang paling afdhol dibaca di hari Jum’at (termasuk malam Jum’at) adalah surah Al Kahfi. Sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassallam :

Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

Lalu surah Ar Rahmaan, alasannya karena surah ini unik, ada satu kalimat firman Allah Ta’alaa yang diulang – ulang 31 kali (mohon koreksi jika salah). Serta surah Ar Rahmaan lagi nge-trend dijadikan mahar ketika akad nikah oleh pengantin laki – laki. Namun sebaiknya tatkala masih memiliki harta, sedikit apa pun, itu lebih baik untuk dijadikan mahar. Kemudian surah Al Waqiah, menjadi surah favorit kaum muslimin khususnya di Indonesia karena katanya jika dibaca, maka bisa melancarkan rezeki ataupun hajat kita. Wallahu a’lam, hingga saat ini saya belum pernah menemukan dalilnya. Yang saya tau, ajaran ini dipopulerkan oleh seorang ustadz yang sering tampil di layar kaca televisi di Indonesia.

Saudaraku seiman, sesungguhnya ada salah satu surah dalam Al Qur’an yang memiliki keutamaan dan dilengkapi dalil. Surah tersebut adalah surah Al Mulk. Berikut keutamaan surah Al Mulk :

Keutamaan Surat Al-Mulk

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة » حسن رواه أحمد وأصحاب السنن.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Satu surat dalam Alquran (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafaat (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat Al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.”  (HR. Abu Dawud no. 1400, At-Tirmidzi no. 2891, Ibnu Majah no. 3786, Ahmad 2:299, dan Al-Hakim no. 2075 dan 3838, dinyatakan shahih oleh Imam Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam At-Tirmidzi dan syaikh Al-Albani).

Hadis yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu, karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafaat dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. (Faidhul Qadir, 2:453)

Hadis ini semakna dengan hadis lain dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Satu surat dalam Alquran yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan.”

(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 3654 dan Al-Mu’jamush Shagir no. 490, dinyatakan shahih oleh Al-Haitsami dan Ibnu Hajar dinukil dalam kitab Faidhul Qadir 4:115 dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagir no. 3644).

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadis ini:

– Keutamaan dalam hadis ini diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat Al-Mulk dengan secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya. (Faidhul Qadir, 4:115).

– Surat ini termasuk surat-surat Alquran yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya. (HR At-Tirmidzi no. 2892 dan Ahmad 3:340, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 585).

– Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur). (Tafsir al-Qurthubi, 18:205). Akan tetapi penamaan ini disebutkan dalam hadis yang lemah. (Dha’ifut Targibi wat Tarhib, no. 887).

– Alquran akan memberikan syafaat (dengan izin Allah) bagi orang yang membacanya (dengan menghayati artinya) dan mengamalkan isinya (Bahjatun naazhirin, 2:240), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bacalah Alquran, karena sesungguhnya bacaan Alquran itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia).” (HR. Muslim no. 804).

Dapatkan tausyiah harian di pin BBM 7B578D8D. Silahkan follow twitter @adefahrizal / SMS & WA 082116061831 / email adefahrizal@gmail.com  

Ingin memiliki buku Islam berkualitas yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah? Temukan di Toko Buku Islam ZK Mart. Segera invite pin BBM 7B578D8D dan follow twitter & Instagram @zk_mart

Ziyadatul Khoir menerima layanan les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 082116061831 (hanya untuk Kota Bandung).

Adab Hendak Sholat Berjama’ah

Beberapa hari yang lalu saya dibertemu dengan salah satu guru saya. Saya ingin meminta nasihat darinya, karena saat itu saya sedang banyak dapat masalah dan ujian. Beliau tidak terlalu banyak menasihati saya. Beliau hanya katakan bahwa saya harus diterapi. Wah diterapi? Apakah saya sudah seperti orang sakit parah atau sakit jiwa?. Ya betul, ternyata hati dan jiwa saya sedang sakit. Maka beliau menasihati saya bahwa terapinya adalah sholat berjama’ah di masjid tepat waktu. Allahu Akbar, memang benar saat itu saya sering lalai dari sholat berjama’ah di masjid. Apalagi tepat waktu, astaghfirullah. Beliau juga berpesan agar saya mencari adab – adab yang disunnahkan Rasulullah ketika hendak menuju masjid. Nah dari situlah lahir tulisan ini. Semua isi yang terdapat di tulisan saya kali ini banyak mengambil faedah dari Kitab Shahih Fiqih Sunnah karya Syaikh Abu Malik dal Al Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz karya Syaikh Dr. ‘Abdul ‘Adzim Badawi  serta beberapa tambahan dari sumber lain. Semoga bermanfaat…

1. Memilih Pakaian Yang Bagus

Hendaknya kita memilih pakaian yang bagus saat pergi ke masjid. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurat, akan tetapi memerintahkan pula untuk memperbagus pakaian, lebih-lebih lagi ketika akan pergi ke masjid. Allah Ta’ala berfirman

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al A’raf: 31).

Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa kita dianjurkan untuk berhias ketika shalat, lebih-lebih ketika hari jumat dan hari raya. Termasuk dalam hal ini memakai parfum bagi laki-laki.

Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya mengenakan pakaian seadanya padahal ia memiliki pakaian yang bagus. Bahkan tidak sedikit yang mengenakan pakaian yang penuh gambar atau berisi tulisan-tulisan kejahilan. Akibatnya, mau tidak mau orang yang ada dibelakangnya akan melihat dan membacanya sehingga mengganggu konsentrasi dan kekhusyukan shalat.

2. Berwudhu Dari Rumah

Sebelum pergi ke masjid, hendaknya berwudhu sejak dari rumah, sebagaimana diterangkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

3. Membaca Do’a Menuju Masjid

Saat keluar dari rumah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk mengucapkan doa. Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:  “Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi, laa haula wa laa quuwata illa billah (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). ‘ Beliau bersabda, “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan, dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. Lalu setan yang lainnya berkata kepadanya (setan yang akan menggodanya, pent.), “Bagaimana (engkau akan mengoda) seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)

Ketika hendak menuju masjid, dianjurkan membaca :

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

Allahummaj’al fii qolbi nuura wa fii bashari nuura wa fii sam’i nuura wa ‘an yamiinihi nuura wa ‘an yasaarii nuura wa fauqi nuura wa tahti nuura wa amaami nuura wa khalfi nuura waj’al lii nuura (Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari kiriku, cahaya dari belakangku, dan jadikanlah untukku cahaya” (H.R Muslim)

4. Berdoa Ketika Masuk Masjid

Setelah sampai di masjid, hendaknya masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid. Bacaan doa masuk masjid sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rahmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu).” (HR. Muslim)

5. Tidak Lewat di Depan Orang Sholat

Harap diperhatikan ketika kita berjalan di dalam masjid, jangan sampai melewati di depan orang yang sedang shalat. Hendaklah orang yang lewat di depan orang yang shalat takut akan dosa yang diperbuatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat  mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 ( tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yangsedang  shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang terlarang adalah lewat di depan orang yang shalat sendirian atau di depan imam. Adapun jika lewat di depan makmum maka tidak mengapa. Hal ini didasari oleh perbuatan Ibnu Abbas ketika beliau menginjak usia baligh. Beliau pernah lewat di sela-sela shaf jamaa’ah yang diimami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menunggangi keledai betina, lalu turun melepaskan keledainya  baru kemudian beliau bergabung dalam shaf. Dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan tersebut. Namun demikian, sebaiknya memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum.

6. Melaksanakan Sholat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Duduk

Di antara adab ketika memasuki masjid adalah melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Shalat ini diistilahkan para ulama dengan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Syariat ini berlaku untuk laki-laki maupun wanita. Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, dimana tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi beliau datang dan langsung naik ke mimbar. Syariat ini juga berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil haram. Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Tujuan ini sudah tercapai dengan shalat apa saja yang dikerjakan sebelum duduk. Oleh karena itu, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk. Merupakan suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadits ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat dua rakaat sebelum duduk. Karenanya jika seorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat qabliah atau sunnah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya. Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat, menurut sebagian pendapat kalangan ulama.

7. Menghadap Sutrah Ketika Sholat

Yang dimaksud denagan sutrah adalah pembatas dalam shalat, bisa berupa tembok, tiang, orang yang sedang duduk/sholat, tongkat, tas, dll. Sutrah disyariatkan bagi imam dan bagi orang yang shalat sendirian. Dalil yang menunjukkan disyariatkannya shalat menghadap sutrah terdapat dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا

Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaknya ia shalat dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya” (HR. Abu Daud)

Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memasang sutrah adalah wajib karena adanya perintah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.. Dalam shalat berjamaah yang menghadap sutrah adalah imam, dan sutrah bagi imam juga merupakan sutrah bagi makmum yang dibelakangnya.

Hendaklah orang yang shalat menolak/mencegah apa pun yang lewat di depannya, baik orang dewasa maupun anak-anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ، فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَلْيَدْفَعْ فِي نَحْرِهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنّمّا هُوَ شَيْطَانٌ

“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari manusia (menghadap sutrah), lalu ada seseorang ingin melintas di hadapannya, hendaklah ia menghalanginya pada lehernya. Kalau orang itu enggan untuk minggir (tetap memaksa lewat) perangilah (tahanlah dengan kuat) karena ia hanyalah setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Menjawab Panggilan Adzhan

Ketika mendengar adzan, dianjurkan untuk menjawab adzan. Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ

Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika muadzin sampai pada pengucapan hay’alatani yaitu kalimat{ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ,  حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ} disenangi baginya untuk menjawab dengan hauqalah yaitu kalimat { لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ } sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، فَقاَلَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ؛ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ؛ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Apabila muadzin mengatakan, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka hendaklah  kalian yang mendengar menjawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Kemudian muadzin mengatakan, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah”, maka dijawab, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.” Muadzin mengatakan setelah itu, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, maka maka dijawab, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.” Saat muadzin mengatakan, “Hayya ‘Alash Shalah”, maka maka dijawab “Laa Haula wala Quwwata illa billah.” Saat muadzin mengatakan, “Hayya ‘Alal Falah”, maka maka dijawab “Laa Haula wala Quwwata illa billah.” Kemudian muadzin berkata, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka dijawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Dan muadzin berkata, “Laa Ilaaha illallah”, maka dijawab, “La Ilaaha illallah” Bila yang menjawab adzan ini mengatakannya dengan keyakinan hatinya niscaya ia pasti masuk surga.” (HR. Muslim)

Ketika selesai mendengarkan adzan, dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut :

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan membaca doa : Allahumma Robba hadzihid da’wattit taammah was shalatil qaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzi wa ‘adtahu “(Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan padanya) melainkan dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

9. Tidak Keluar Masjid Tanpa Uddzur

Jika kita berada di dalam masjid dan adzan sudah dikumandangkan, maka tidak boleh keluar dari masjid sampai selesai dtunaikannya shalat wajib, kecuali jika ada udzur. Hal ini sebagaiamana dikisahkan dalam sebuah riwayat dari Abu as Sya’tsaa radhiyallahu’anhu, beliau berkata :

كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 “Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah dalam sebuah masjid. Kamudian muadzin mengumandangkan adzan. Lalu ada seorang laki-laki yang berdiri kemudian keluar masjid. Abu Hurairah melihat hal tersebut kemudian beliau berkata : “ Perbuatan orang tersebut termasuk bermaksiat terhadap Abul Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam” (H.R Muslim)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa berdasarkan hadits di atas dibenci keluar dari masjid setelah ditunaikannya adzan sampai sholat wajib selesai ditunaikan, kecuali jika ada udzur.

Tidak boleh keluar dari masjid setelah dikumandangkan adzan kecuali  ada udzur seperti mau ke kamar kecil, berwudhu, , mandi, atau keperluan mendesak lainnya.

10. Memanfaatkan Waktu Antara Aszhan dan Iqomah

Hendakanya kita memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah dengan amalan yang bermanfaat seperti shalat sunnah qabliyah, membaca al quran, berdizikir, atau berdoa. Waktu ini  merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Boleh juga diisi dengan membaca quran atau mengulang-ulang hafalan al quran asalkan tidak dengan suara keras agar tidak mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud, Ahmad, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar).

Tidak selayaknya seseorang justru mengisi waktu-waktu ini dengan obrolan-obrolan yang tidak bermanfaat.

11. Jika Iqomah Telah Dikumandangkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ

 Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Jika shalat wajib telah dilaksanakan, maka tidak beleh ada shalat lain selain shalat wajib” (H.R Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, jika seseorang sedang shalat sunnah kemudian iqamah telah dikumandangkan, maka tidak perlu melanjutkan shalat sunnah tersebut dan langsung ikut shalat wajib bersama imam.

12. Raihlah Shaf Yang Utama

Di antara kesempurnaan shalat berjamaah adalah sebisa mungkin menempati shaf yang utama. Bagi laki-laki yang paling depan, adapun bagi wanita yang paling belakang. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ صُفُوفِ الِرجَالِ أَوِّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.” (H.R.Muslim 440)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ لاَسْتَهَمُوْا

Seandainya mereka mengetahui keutamaan (pahala) yang diperoleh dalam shaf yang pertama, niscaya mereka akan mengundi untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

13. Merapikan Barisan Sholat

Perkara yang harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan adalah permasalahan lurus dan rapatnya shaf (barisan dalam shalat). Masih banyak kita dapati di sebagian masjid, barisan shaf yang tidak rapat dan lurus

Dijelaskan di dalam hadits dari sahabat Abu Abdillah Nu’man bin Basyir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَتُسَوُّنَّ سُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ

 “Hendaknya kalian bersungguh- sungguh meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah sungguh-sungguh akan memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian” (HR. Bukhari dan Muslim)

14. Jangan Mendahului Gerakan Imam

Imam shalat dijadikan sebagai pemimpin dan wajib diikuti dalam shalat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ

Sesungguhnya imam hanya untuk diikuti, maka janganlah menyelisihnya. Apabila ia ruku’, maka ruku’lah. Dan bila ia mengatakan ‘sami’allahu liman hamidah’, maka katakanlah,’Rabbana walakal hamdu’. Apabila ia sujud, maka sujudlah. Dan bila ia shalat dengan duduk, maka shalatlah kalian dengan duduk semuanya“. (H.R. Bukhari)

Rasulullah memberikan ancaman keras bagi seseorang yang mendahului imam, seperti disebutkan dalam hadits berikut:

َ أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَار

Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala  keledai? “(H.R Bukhari)

15. Berdoa Ketika Keluar Masjid

Dari Abu Humaid atau dari Abu Usaid dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu).” (HR. Muslim)

Ketika kelauar masjid dmulai dengan kaki kiri terlebih dahulu.

16. Jika Wanita Hendak Pergi ke Masjid

Tempat shalat yang paling baik bagi seorang wanita adalah di dalam rumhanya. Allah Ta’ala berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (Al Ahzab :33)

Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

Jangan kalian larang istri-istri kalian untuk pergi ke masjid, tetapi rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”. (HR. Abu Daud dan dihasankan di dalam kitab Irwa Al Ghalil)

Namun demikian, tidak terlarang bagi seorang wanitaa untuk pergi ke masjid. Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan :

  1. Meminta izin kepada suami atau mahramnya
  2. Tidak menimbulkan fitnah
  3. Menutup aurat secara lengkap
  4. Tidak berhias dan memakai parfum

Abu Musa radhiyallahu‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».

Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi lalu lewat di sebuah majelis (perkumpulan), maka dia adalah wanita yang begini, begini, yaitu seorang wanita pezina”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib)

Inilah di antara beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika hendak shalat berjamaah di masjid. Semoga penjelasan ini dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam.

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Ziyadatul Khoir menerima jasa les privat mengaji Iqro dan Al Qur’an di rumah anda. Terbuka untuk semua usia dan kalangan, ana – anak, dewasa, orang tua. Serta melayani untuk individu, keluarga, kelompok, dan perkantoran. Pengajar oleh Ustadz Abu Fawwaz Ade Fahrizal. Silahkan hubungi 081520350034 (hanya untuk Kota Bandung).