Nasihat Untukmu Yang Sedang Ta’aruf

Beberapa hari yang lalu saya silaturahim dengan teman saya via BBM. Sebenarnya kami baru berkenalan, tapi Allah mendekatkan kami begitu cepat. Sehingga kami cukup akrab. Teman saya ini adalah seorang wanita, dia sudah menikah dan memiliki suami yang sholeh. Kondisi ini membuat saya lebih tenang dalam berinteraksi dengan dia. Karena tidak mungkin kami akan keluar dari urusan pertemanan. Nah dalam percakapan di BBM tersebut awalnya saya banyak bertanya tentang dunia training. Maklum karena teman saya ini adalah seorang trainer muda, sedang merintis karier. Dan kebetulan juga saya akhir – akhir ini sedang tertarik dengan dunia training. Jadi saya banyak konsultasi dan belajar dari dia.

Setelah berbicara banyak tentang dunia training, entah awalnya bagaimana kami lantas membicarakan seputar pernikahan. Padahal saya tidak ada niatan sama sekali untuk membicarakan hal ini. Tapi ya lagi – lagi saya maklumi, karena teman saya ini sudah menikah sedangkan saya belum, sepertinya dia ingin ngomporin saya untuk segera menikah. Saya coba lebih bijak dan hati – hati dalam membicarakan tentang pernikahan. Siapa tau dia sedang menjadi ‘agen rahasia’ pesanan seseorang, hehehe. Hingga pada suatu bagian percakapan dia menasihati saya :

Jika sedang ta’aruf pastikan bahwa kita serius dengan proses ta’aruf tersebut. Hormatilah proses dan orang yang sedang berta’aruf dengan kita. Dia sudah meluangkan waktu, menyalurkan energi untuk ta’ruf, dan menunjukkan diri bahwa memang ingin menikah. Jangan sekali – sekali bermain hati. Maksudku, tutuplah hati kita sementara selagi sedang ta’aruf. Jangan sampai ada orang lain yang masuk. Ini yang sering terjadi pada kebanyakan orang, sehingga membuat mereka terkesan tidak serius dan tidak sabaran ketika ta’aruf. Aku dulu begitu ta’aruf langsung deh ‘klik’ hatiku fokus untuk ta’aruf dengan laki – laki yang pertama datang. Dan alhamdulillah dia kini telah menjadi suamiku :D”

Begitu dalam nasihat dari teman saya. Entah kenapa dia berbicara demikian kepada saya. Saya sedang atau tidak ta’aruf saja dia tidak tau. Tapi kenapa dia menasihati saya demikian? “Ya Allah, apakah ini petunjuk dari-Mu?”, hati ini bertanya. Saya jadi teringat tulisan saya sebelumnya yang ditulis sekitar sebulan lalu. Lagi – lagi saya mendapatkan advice tentang masalah pernikahan, khususnya ta’aruf. Saya terus berprasangkan baik kepada Allah, mungkin saja ini adalah tuntunan dari-Nya kepada diri saya. Kembali ke nasihat teman saya tadi, menurut saya apa yang dia sampaikan memang benar.

Sahabat, hati memang menjadi bagian paling lemah dalam diri kita. Ia mudah berubah, gampang terbolak – balik. Makanya Rasululullah selalu berdoa, “Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbii ‘alaa diinika wa ‘alaa thoo’atik”. Yang artinya, “Ya Allah Dzat yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu dan dalam menaati peraturan-Mu”. Begitu indah sekali doa ini. Dan dari doa ini membuktikan secara tersirat bahwa Rasulullah mengungkapkan hatilah bagian terlemah dari manusia. Apalagi jika ia sudah terlibat dengan perasaan kepada seseorang, bersiaplah galau kalo tidak segera diobati. Bagaimana caranya? Silahkan dengar lagu Tombo Ati dari Mas Opick🙂

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s