Fashbir Shobrun Jamila

Di tulisan sebelumnya, saya sempat mengungkapkan banyaknya cobaan dan masalah yang menghampiri saya. Dan salah satu cara yang paling mujarab adalah kembali mendekat kepada Allah. Karena sesungguhnya setiap cobaan dan masalah itu diberikan oleh Allah. Iya, Allah ingin menguji kualitas keimanan kita sudah sampai mana. “Berarti Allah gak sayang kita donk?” protes teman saya. Bukan begitu. Justru itu adalah bentuk rasa sayang Allah kepada kita, Dia ingin melihat kita kembali bersimpuh di hadapan-Nya. Memuji kebesaran-Nya, berdoa memohon petunjuk-Nya, dan menangis mengakui kelalaian kita. Dan jangan lupa, Allah tidak akan membebani masalah diluar kapasitas diri hamba-Nya. Jadi sebenarnya kita bisa menghadapi setiap cobaan dan masalah tersebut. Hanya pertanyaannya apakah kita bisa bersabar menghadapinya?

Sabar, sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Sederhana katanya, tapi begitu susah mengaplikasikannya. Bahkan ada yang bilang, tidak ada manusia yang sabarnya sempurna. Ya iyalah, hanya Allah Yang Maha Penyabar (Yaa Shobrun). Tapi apakah kita lupa dengan Rasulullah? Beliau manusia, tapi kesabarannya begitu luar biasa. “Tapi kan dia Nabi de, bahkan Rasul. Jadi wajarlah” celetuk teman saya. Tapi hal ini membuktikan bahwa sebenarnya setiap manusia mampu untuk lebih bersabar, hanya memang kapasitasnya saja yang berbeda – beda.

Saya pernah mengungkapkan kepada seseorang yang sangat saya sayangi, “Sabar itu tidak bertepi”. Apakah sahabat setuju dengan ungkapan saya tersebut? Pastilah ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagi saya kesabaran itu modal penting dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan ombak dan angin. Coba kita lihat orang – orang sukses, mayoritas dari mereka mempunyai masa lalu yang sulit dan keras.  Tapi mereka terus bersabar dan berusaha, percaya bahwa badai pasti berlalu, malam akan berganti pagi. Bayangkan jika mereka tidak bersabar lantas putus asa? Apakah mereka bisa menjadi orang sukses dan mewujudkan mimpi – mimpinya?

Kini saya memang sedang diuji oleh Allah atas ungkapan saya tersebut. Nampaknya Allah ingin membuktikan apakah benar sabar itu bertepi atau tidak kepada saya. Cobaan, masalah, amanah, dan lain – lain terus mendatangi saya. Tetapi saya mencoba untuk bertahan. Dengan apa? Mendekat kepada Allah dan lebih bersabar. Hingga secara tak sengaja saya bertemu dengan sebuah ayat dalam Al Qur’an yang sangat indah, “Fashbir shobrun jamila : Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” (QS Al Ma’arij : 5).

Ayat ini begitu menggetarkan hati saya. Ingin rasanya menangis ketika membaca ayat ini kala itu. Tapi saya pilih menahan tangis itu karena sedang berada di kantor. Seolah – olah Allah sedang berbicara langsung kepada saya. “Ayo de, bersabarlah dengan sabar yang baik, yang indah, yang cantik. Buktikan bahwa sabar itu memang tak bertepi”, begitu mungkin kata Allah jika menggunakan bahasa kita sehari – hari. Ah seperti inilah cara Allah menunjukkan kasih dan sayang-Nya, Allah memberikan petunjuk-Nya dikala hamba-Nya memang sedang membutuhkan. Saya semakin yakin, sebenarnya petunjuk, tuntunan, bimbingan dari Allah itu selalu hadir di hadapan kita. Tapi kadang kita tidak peka, cuek, menganggap itu hal biasa yang terjadi.

Sahabat, ayo kita bersabar dengan sabar yang baik. Sabar karena ber-husnudzhon kepada Allah. Yakinlah Allah itu Maha Baik, yang tidak baik itu sebenarnya ya kita ini, suka membohongi perasaan sendiri. Kalo sudah merasa bersabar, coba lebih bersabar lagi. “Tapi sampai kapan de?”, cetus seseorang. Saya jawab sampai kamu tau bahwa memang sabar itu tak bertepi dan buahnya manis…

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya? :) Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s