Zoom in, Zoom out

27 September 2012, hari Kamis, tepat pukul 19.00 WIB saya memulai pertemuan ketiga mata kuliah Aljabar Liniear di semester 7 ini. Pada malam itu, dosen saya memberikan materi mencari nilai determinan dari suatu matriks berordo n x m. Tetapi kali ini mencari nilai determinannya tidak seperti cara yang digunakan ketika saya duduk di SMA. Sekarang kami diajarkan menggunakan metode Laplace, agak rumit sih karena memerlukan ketelitian yang mendetail. Nah dalam metode Laplace, dosen saya mengajarkan dengan sangat terstruktur. Pertama kami harus menentukan yang disebut nilai kofaktor dari matriks tersebut. Kemudian kami akan mengekspansi matriks tersebut. Nah disinilah dosen kami memberikan catatan, bahwa dalam mengekspansi sebuah matriks kita boleh melakukannya dari baris atau kolom mana saja. Jadi tidak harus dari baris atau kolom pertama saja. Nah yang namanya mahasiswa Indonesia ya, saya dan teman – teman  (seperti biasa) selalu mengekspansi dari baris pertama. Alasannya? Ya tidak ada alasan khusus, ngikutin mainstream saja. Kemudian dosen saya memberikan sebuah soal matriks berordo 4 x 4 seperti berikut :

 

Karena saya mengerjakan mengikuti mainstream, maka saya ekspansilah matriks ini dari baris pertama. Kira – kira saya butuh waktu nyaris setengah jam untuk mendapatkan nilai determinan dari matriks diatas menggunakan metode Laplace. Tetapi ternyata ada teman saya yang mengerjakan hanya butuh waktu 10 menit! Lho kok bisa? Padahal tingkat kepintaran kami sama – sama saja, hehehe. Ternyata dia mengekspansi dari kolom ketiga. Ketika saya tanya kenapa, alasan dia sangat sederhana. Karena di kolom ketiga banyak angka 0, sehingga kita tidak perlu capek – capek menghitung. As we know bilangan berapa pun dikalikan 0 maka hasilnya adalah 0. Jeli!! Begitu reaksi saya setelah teman saya mengungkapkan alasannya.

Sahabat, dari cerita saya diatas bisa kita ambil hikmah. Bahwa dalam hidup ini kita harus melihat sesuatunya secara zoom in dan zoom out layaknya sebuah kamera. Ada kalanya kita harus zoom in, melihat masalah atau peluang secara terfokus dan mendetail. Namun ada waktunya juga kita harus zoom out, melihat masalah atau  peluang secara menyeluruh dan utuh. Mungkin saja dalam hidup ini kita terlalu sering zoom in. Sehingga seakan – akan tidak ada jalan keluar dari suatu problem. Yang kita temui hanyalah jalan buntu, buntu dan buntu. Padahal ketika kita zoom out sedikit saja, ada satu atau bahkan banyak jalan keluar yang bisa kita pilih. Lantas bisa jadi juga kita terlalu sering zoom out. Melihat segala sesuatunya besar dan seperti begitu berat untuk dihadapi. Sehingga kita merasa ngeri untuk sekedar action menghadapinya. Jadi ayo deh kita lebih dinamis dalam melihat apa pun di hidup ini. Terutama ketika menghadapi masalah atau cobaan, kita sering terpaku zoom out saja atau zoom in saja. Nah semoga setelah membaca artikel ini kita tidak seperti itu lagi, tetapi lebih bijak dan cerdas dalam menentukan kapan harus zoom in, kapan harus zoom out. Terima kasih🙂

Mau silaturahim dan ngobrol dengan saya?🙂 Silahkan follow twitter @adefahrizal / HP 082116061831 / BBM 29EEE7F0 / email adefahrizal@gmail.com

One thought on “Zoom in, Zoom out

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s